Purwadi Sutanto mengaku menerima US$7.000 terkait pengadaan laptop Chromebook
Mantan Direktur Pembinaan SMA Kemendikbudristek, Purwadi Sutanto, mengaku menerima US$7.000 terkait pengadaan laptop Chromebook saat beraksi di sidang dugaan korupsi Chromebook dan CDM terdakwa Nadiem Makarim di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin 26 Januari 2026.
Pengakuan tersebut terungkap ketika penasihat hukum Nadiem, Ari Yusuf, mengajukan pertanyaan kepada Purwadi.
“Tadi Bapak mengakui dengan secara jujur bahwa Bapak pernah menerima uang sebesar USD 7.000 ya?” tanya Ari. “Iya.” jawab Purwadi.
Ia juga menyebut uang tersebut diterima saat masih menjabat sebagai Direktur Pembinaan SMA sekaligus kuasa pengguna anggaran (KPA).
Purwadi menjelaskan, uang tersebut ditemukan dalam bentuk amplop dan map di meja kerjanya.
Berdasarkan penelusurannya, uang tersebut berasal dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dani Hamidan Khoir.
“Nah, di akhir tahun saya dikasih uang pertama saya di meja ada amplop, ada map, ada pas saya buka ada uang. Terus saya tanya, ini saya tanya, ternyata dari PPK saya,” katanya.
Kemudian ia menambahkan, berdasarkan keterangan Dani, uang tersebut disebut sebagai ucapan terima kasih dari pihak penyedia, meski dirinya tidak mengetahui secara pasti asal-usul dana tersebut.
“Setelah itu satu hari berikutnya baru ketemu, saya tanya, ‘dami mana ini? Uang apa?’, dia jawab bahwa ‘ucapan terima kasih dari penyedia,” katanya.
Dalam persidangan, Purwadi juga menegaskan bahwa penerimaan uang tersebut tidak berkaitan dengan ancaman penetapan tersangka.
Ia mengatakan uang tersebut telah dititipkan kepada Kejaksaan Agung untuk selanjutnya dikembalikan kepada negara.
Guru Non-ASN mengadu ke DPR, minta kepastian nasib di 2027 Perwakilan guru non-ASN menyambangi Gedung…
Ramai alamat rumah Jennifer Coppen tersebar, ulah oknum Ojol Jennifer Coppen lagi menghadapi persoalan yang…
Indra Bruggman sukses jadi pengusaha, mau pensiun dari aktor? Nama Indra Bruggman sudah lama dikenal…
2 Anabul Inul Daratista hilang misterius, ternyata ada di lemari Inul Daratista heboh setelah dua…
KPK bongkar dugaan aliran uang, dua PNS Bea Cukai diperiksa Kasus dugaan korupsi dalam proses…
Alasan Raja Juli tak dampingi Prabowo Subianto cek Karhutla Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni akhirnya…
This website uses cookies.