Raja Ampat Pelan-Pelan Dibantai Tambang Nikel.
PT Gag Nikel Indonesia, anak usaha BUMN tambang besar, kini menjadi sorotan.
Akivitasnya akhir-akhir ini disebut sudah mulai melukai tubuh Pulang Gag- dan luka itu menjalar ker ulau Kawe dan Manuran.
“Hampir seluruh pulau di Raja Ampat sudah diberikan izin tambang nikel,” ungkap Greenpeace.
Lubang-lubang tambang terbuka seperti luka menganga di punggung bumi.
Tanah yang dulunya menjadi ruma bagi flora-fauna endemik kini digantikan
Oleh kawah tanah kosong, siap menelan lebih banyak ekosistem.
Laut yang dulu membesarkan ikan, kini dihantui limbah dan sedimentasi.
Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM, akhirnya angkat suara.
Ia menyebut akan memanggil langsung para pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP), baik dari swasta maupun BUMN.
“Saya akan penggil mereka. Ini Papua. Ada otonomi khusus.” ucapanya.
“Tapi kita harus lihat kaidah lingkungan dan kearifan lokal,”sambungnya.
Namun, di tengah seruan evaluasi, waktu terus berdetak.
Alam tidak menunggu. Ekosistem tidak mengenal tenggat birokrasi.
Dalih pertumbuhan ekonomi kini bertabrakan dengan seruan penyelamatan lingkungan.
“Yang dikorbankan adalah warisan dunia, surganya Indonesia,” Ucap Kiki Taufik dari Greenpeace.
Baca juga: Uang Zakat Senilai 13 Miliar Dikorupsi Oleh Kantor Baznas
Masyarakat lokal pun mulai bersuara, menguluhkan kerusakan lahan.
Air yang berubah warna, dan keheningan hutan yang tergantikan oleh suara mesin.
Raja Ampat Pelan-Pelan Dibantai Tambang Nikel
Kabar bahagia, Jennifer Coppen sah jadi istri Justin Hubner di Bali Akhirnya kabar bahagia dari…
Ramai Jokowi dikabarkan bakal jadi Ketua Dewan Pembina PSI Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace…
Pesawat Angkut Militer India terbakar usai jatuh, 5 personel tewas Pesawat angkut logistik jenis AN-32…
Publik penasaran, ini alasan Kenny Austin tutupi wajah sang anak Setelah melahirkan putra pertama mereka,…
Nanik ungkap rencana coret anak orang kaya dari program MBG Badan Gizi Nasional (BGN) lagi…
Menteri Pemadaman listrik bukan akibat batu bara langka, kata Bahlil Menteri Energi dan Sumber Daya…
This website uses cookies.