Ratna Sarumpaet Desak Kapolri Tito Mundur atau Minta Maaf Secara Kesatria
Aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet meminta Jenderal Tito Karnavian untuk mundur dari jabatannya sebagai Kapolri atau meminta maaf secara kesatria.
Hal ini disampaikan Ratna terkait polemik pidato Tito dalam potongan video yang menjadi viral di media sosial tentang instruksi kepada jajarannya untuk mendukung NU dan Muhammadiyah.
Selain mendesak Tito mundur dan meminta maaf, wanita yang juga berprofesi sebagai seniman itu, juga berharap Tito melarang anak buahnya mengejar pelaku yang mengunggah potongan video tersebut.
“Pak Tito harusnya mundur atau paling tidak minta maaf secara kesatria. Bapak juga sebaiknya melarang bawahan bapak mengejar si Pengunggah. Bagi kami nggak penting siapa yang mengunggah. Tapi yang mengucapkan,” kata Ratna di akun Twitternya, dikutip NNC Minggu (4/1/2018).
Sebelumnya, potongan video pidato Tito soal NU-Muhammadiyah tersebar di media sosial. Dalam pidato itu, Tito mengaku telah memerintahkan anak buahnya untuk mendukung NU-Muhammadiyah.
“Para Kapolsek wajib untuk di tingkat kecamatan bersinergi dengan NU dan Muhammadiyah. Jangan dengan yang lain. Dengan yang lain itu nomor sekian. Mereka itu bukan pendiri negara. Mau merontokkan negara malah iya. Tapi, yang sudah konsisten dari awal sampai hari ini, itu adalah NU dan Muhammadiyah,” ujar Tito dalam video yang beredar.
Penggalan video itu merupakan cuplikan dari pidato Tito yang sebenarnya berdurasi selama 26 menit, di Pondok Pesantren milik Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma`ruf Amin di Serang, Banten, pada 8 Februari 2017.
(Baca juga: INGIN TAHU MOTIFNYA, TITO AKAN CARI PENYEBAR VIDEO EDITAN PIDATONYA)
Sumber Berita Ratna Sarumpaet Desak Kapolri Tito Mundur atau Minta Maaf Secara Kesatria : Netralnews.com
Rebecca effort ke Belgia demi beri kejutan spesial ultah Jennifer Di tengah momen perayaan di…
Eks Dirut KBS resmi jadi tersangka kasus korupsi pakan fiktif Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur…
Puan ketuk palu, RUU Surga Investasi PFII resmi sebagai UU DPR RI telah resmi menyepakati…
Gerindra nilai Hotman tak etis seret Prabowo ke ranah hukum Partai Gerindra menegaskan Presiden RI…
Nanik S mundur dari kepala BGN, demi pemulihan kesehatannya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik…
Yudi Purnomo bongkar kecurigaan soal fasilitas khusus Hotman Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, meminta…
This website uses cookies.