Ribuan Nelayan Masalembu Dukung Susi: Cantrang itu Haram
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah memberlakukan larangan penggunaan cantrang melalui Peraturan Menteri No. 2/PERMEN-KP/2015 tentang Pelarangan Penggunaan Pukat Hela (Trawl) dan Pukat Tarik (Seine Net).
Namun, kebijakan ini diprotes sejumlah nelayan. Sekitar ratusan nelayan dari Aliansi Nelayan Indonesia, bahkan mendatangi Istana Negara pekan lalu untuk menyatakan penolakan mereka secara langsung kepada Presiden Jokowi.
Pekan lalu, Presiden Jokowi mengumumkan, penggunaan cantrang masih akan diperbolehkan hingga akhir tahun ini, mundur dari tenggat waktu awal di akhir Juni lalu. Hal ini karena nelayan RI butuh masa transisi sebelum mengganti alat tangkap ikannya.
Tak hanya protes, namun dukungan kepada Susi juga bermunculan. Ribuan nelayan di Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, menyatakan dukungan mereka atas pelarangan cantrang.
Juru Bicara Perkumpulan Nelayan Masalembu, Mahsar (48), mengatakan pihaknya sempat menonton tayangan soal tuntutan dari nelayan yang menolak cantrang. Menurut Mahsar, yang disampaikan Aliansi Nelayan Indonesia tidak benar dan tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan.
“Cantrang itu sangat merugikan. Kemarin yang menentang larangan cantrang bilang kalau penggunaannya tidak memakai pemberat. Padahal mereka pakai, bahkan menggunakan besi, sehingga ekosistem laut jadi terkeruk sampai ke dasarnya,” jelas Mahsar kepada wartawan, Minggu (16/7).
Adapun dalam pertemuan rutin nelayan Masalembu yang digelar Kamis (13/7), ribuan nelayan berkumpul dan membahas larangan cantrang. Hasilnya, mereka sepakat akan mendukung kebijakan Susi. Para nelayan juga berfoto dengan pesan-pesan dan spanduk yang mendukung Susi, di antaranya “Alasan apapun cantrang tetap haram”, “Tolak cantrang… Ibu Susi, teruslah berjuang”, dan ” Menteri Susi bela nelayan tanpa basa-basi”.
“Di Masalembu ini ada 4 desa, yang paling banyak nelayannya di Desa Masalima, ada sekitar 800 perahu, satu perahu bisa 4-5 orang. Jadi jumlahnya sekitar 3.000-4.000 nelayan,” tutur Mahsar.
Mahsar menambahkan, memang butuh peningkatan sosialisasi soal bahaya cantrang bagi lingkungan, dan tentunya keaktifan KKP dalam membantu nelayan mengganti alat tangkapnya.
“Karena itu tidak mudah untuk langsung menerima hal baru, sementara mereka tidak paham. Nelayan ini kalau melakukan perubahan tentunya teman-teman ini membutuhkan pemahaman,” kata Mahsar.
“Kami berharap Ibu Susi menyempatkan diri untuk melihat langsung keadaan di sini. Nelayan Masalembu menggunakan payang, bukan cantrang. Payang ini aman, karena tidak pakai pemberat dan tidak sampai mengeruk ke dasar laut,” tambahnya.
Ia menambahkan, walaupun payang sendiri tergolong dalam pukat seperti cantrang, namun penggunaanya dijamin tidak merusak seperti cantrang. Di Masalembu sendiri, jenis ikan yang banyak ditangkap adalah ikan layang, tongkol dan kakap.
“Di sini kalau sekali melaut satu kapal bisa menangkap 800 kg sampai 1 ton. Untuk musim panennya akhir Juli sampai November. Tentunya kami sangat menyambut jika ada bantuan alat tangkap baru yang lebih aman dari KKP,” pungkasnya.
Sumber Berita Ribuan Nelayan Masalembu Dukung Susi: Cantrang itu Haram : Kumparan.com
Dituduh netizen gunakan APBD untuk Umrah, Om Zein klarifikasi Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau…
Eks Bupati Gowa Sitti Husniah ditahan terkait dugaan korupsi Mantan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang,…
Viral, Orang Tua Diduga Bersikap Kasar kepada Dua Balita di Lift Video dari kamera pengawas…
Tombol SOS tak sengaja tertekan, penumpang langsung panik Penumpang Commuter Line mendadak bunyi alarm setelah…
Minta uang beli narkoba, pemuda ini diduga aniaya ibu kandung Laporan warga mengenai dugaan kekerasan…
Kabar duka, mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal Kabar meninggalnya mantan Panglima Tentara Nasional…
This website uses cookies.