Saldi Isra Pantas Jadi Hakim Konstitusi, Ungkap Mantan Ketua MK, Hamdan mengatakan, Saldi kerap mempelajari putusan-putusan yang dikeluarkan MK. Latar belakang itu, kata dia, akan memudahkan Saldi beradaptasi dengan tugas dan kewenangan hakim konsitusi.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva menilai guru besar ilmu hukum tata negara Universitas Andalas Saldi Isra merupakan sosok yang pantas mengisi kursi hakim konstitusi yang kosong. Menurutnya, Saldi selama ini telah terbiasa berhadapan dengan persoalan konsitusi.
“Tradisi MK adalah diskusi dan perdebatan saat pengambilan keputusan. Masuknya Pak Saldi akan membuat proses itu akan lebih dinamis,” kata Hamdan di Jakarta, Senin (10/4).
Tidak hanya itu, Hamdan menyebut Saldi akan membuat proses pengambilan keputusan di MK lebih dinamis dan berkualitas.
Hamdan berkata, Saldi memiliki tugas besar untuk memperbaiki integritas MK yang baru saja dicoreng kasus suap penanganan perkara uji materi. Ia yakin permasalahan itu dapat dibenahi dalam waktu dekat.
Akhir pekan lalu, tim seleksi mengkonfirmasi, Presiden Joko Widodo memilih Saldi untuk menggantikan posisi Patrialis Akbar yang diberhentikan secara tidak hormat karena diduga menerima suap.
Diberitakan sebelumnya, Saldi menempati urutan pertama pada seleksi hakim MK. Dua peringkat berikutnya diduduki Dosen Universitas Nusa Cendana Bernard Tanya, dan mantan Direktur Jenderal Administrasi, Hukum, dan Undang-Undang Wicipto Setiadi.
Sumber Berita Saldi Isra Pantas Jadi Hakim Konstitusi, Ungkap Mantan Ketua MK : Cnnindonesia.com
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.