Sebar Hoaks Dianiaya, Ratna Sarumpaet Ngotot Ingin Bertemu Prabowo
Jaksa menyebut bahwa Ratna Sarumpaet sempat ngotot ingin bertemu dengan Prabowo Subianto usai menyebarkan foto lebam dirinya. Ratna mengaku bahwa wajahnya lebam karena dianiaya dua orang laki-laki.
Jaksa, dalam dakwaan, mengungkapkan Ratna meminta bantuan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.
“Terdakwa meminta ke Said Iqbal untuk dipertemukan ke Prabowo Subianto,” kata jaksa membacakan dakwaan Ratna di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/2).
Tak hanya melalui Said Iqbal, Ratna juga meminta bantuan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.
Pada 2 Oktober 2018, Ratna Sarumpaet kemudian bertemu dengan Wakil Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang. Ratna Sarumpaet pun menjelaskan soal kronologi bagaimana dirinya dianiaya di Bandung.
Pada akhirnya, Ratna Sarumpaet kemudian bertemu dengan Prabowo. Pertemuan itu turut dihadiri Amien Rais, Fadli Zon, dan Nanik.
Ketika itu, Nanik yang kemudian menceritakan kembali soal Ratna yang mengaku dianiaya di Bandung. “Terdakwa diam tidak memberikan tanggapan,” kata jaksa.
Ratna Sarumpaet pun mengizinkan Nanik memfoto dirinya dalam pertemuan itu dan mengunggahnya di Facebook.
Bahkan Prabowo sempat melakukan konferensi pers pada 2 Oktober 2018. Konferensi pers itu dihadiri sejumlah tokoh dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) dan meminta pemerintah segera mengusut soal penganiayaan tersebut.
Namun keesokan harinya, Ratna Sarumpaet kemudian menggelar konferensi pers. Ia mengaku sudah melakukan kebohongan dengan mengaku dianiaya. Padahal luka lebam yang dialaminya merupakan luka pasca-operasi di RS Bina Estetika.
Baca juga: DISERANG HOAX, JOKOWI: UNTUNG RATNA SARUMPAET JUJUR, SAYA ACUNGI JEMPOL
Sumber Berita Sebar Hoaks Dianiaya, Ratna Sarumpaet Ngotot Ingin Bertemu Prabowo: Kumparan.com
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.