Simpatisan ISIS yang ditangkap Polda Sumsel sebut polisi toghut
Toni Rianda (24), terduga ISIS ditangkap dari hasil penyelidikan tim cyber sejak beberapa bulan terakhir. Pelaku kerap menyebar kebencian, terutama kata-kata polisi toghut dan layak dibunuh.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkapkan, pelaku yang masih berstatus sebagai terperiksa memiliki grup telegram yang diduga berisi para simpatisan ISIS. Di grup itulah, terperiksa menebar tulisan-tulisan melawan polisi.
“Dia (terperiksa) mengaku simpatisan, sering memposting di medsos. Antara lain dia mengatakan polisi toghut, polisi layak dibunuh,” ungkap Agung, Sabtu (8/7) malam.
Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan, termasuk menyelidiki handphone dan laptop yang dijadikan barang bukti. Jika terbukti ditemukan pelanggaran hukum, statusnya akan dinaikkan sebagai tersangka.
“Laptopnya masih dibuka, belum selesai. Kalau kurang kita lengkapi akan kita proses hukum. Kita tunggu saja,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, jajaran Polda Sumsel meringkus seorang warga yang diduga anggota Islamic of Syiria and Irak (ISIS).
Toni merupakan warga Jalan Sembilang, Pekanbaru, Riau. Dia ditangkap saat menumpangi bus antar kota dalam provinsi, Juwita nomor polisi BG 7713 AU, saat melintas di Gelumbang, Muara Enim, Sabtu (8/7) pukul 15.30 WIB.
Saat dirazia polisi, pelaku duduk di bagian depan atau di samping pengemudi bus. Setelah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Gelumbang, pelaku dibawa ke Mapolda Sumsel untuk proses selanjutnya.
Sumber Berita Simpatisan ISIS yang ditangkap Polda Sumsel sebut polisi toghut : Merdeka.com
Ceramah Habib Alwi Assegaf diprotes, inilah sindiran Sekjen MUI Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah…
700 BUMN Merugi di era Prabowo, Penutupan ditargetkan 2026 Presiden Prabowo Subianto berencana penutupan jumlah…
Andre Taulany dan Amanda Rigby romantis saat Liburan di Italia Andre Taulany kembali ramai setelah…
Dedi Mulyadi srukan Resolusi Jihad anggaran di Hari Santri 2026 Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi…
Puan minta balita jadi prioritas penanganan bencana Karhutla Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah…
Yusril sebut, korupsi bikin pejabat BUMN takut ambil risiko Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi…
This website uses cookies.