Sofyan Djalil Minta Anies Gunakan Pengadilan untuk Cabut Sertifikat HGB Reklamasi
Permintaan Pemprov DKI agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) mencabut sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) 3 pulau reklamasi, yakni Pulau C, D, dan G tak akan dipenuhi. Menteri Agraria Kepala BPN Sofyan Djalil menyebut, tak ada kesalahan dalam proses terbitnya HGB.
Sofyan menolak membatalkan HGB yang sudah disahkan berdasarkan pengajuan gubernur terdahulu. Kata Sofyan, tidak ada prosedur yang dilanggar, jadi HGB pulau reklamasi tak bisa dibatalkan walau ada Permen Agraria.
“Enggak ada kesalahan prosedur, ini kan masalahnya adalah permintaan gubernur sebelumnya yang kemudian gubernur baru dibatalkan kan gitu. Dan pandangan kita enggak ada yang salah,” kata Sofyan di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (11/1) malam.
Menurut dia, sebaiknya Pemprov DKI melayangkan gugatan ke pengadilan bila bersikukuh ingin membatalkan.
“Ya kalau beliau enggak mau silahkan gugat saja. Kalau keputusan pengadilan menyerahkan ke kita, baru kita batalkan,” beber dia.
Saat ditanya lebih lanjut soal HGB yang semestinya bisa keluar ketika sudah ada Perda yang mengatur zona-zona seperti disampaikan Pemprov DKI, Sofyan hanya menjawab diplomatis.
“Nah itu masalah ahli hukum. Satu ahli hukum bisa dua pendapatnya gitu kan. Kita dari segi hukum tanah enggak ada yang salah. Sudah sudah saya buru buru,” tutup dia.
(Baca juga: BPN PERMALUKAN ANIES SOAL NGOTOT MAU BATALKAN HGB PULAU REKLAMASI)
Sumber Berita Sofyan Djalil Minta Anies Gunakan Pengadilan untuk Cabut Sertifikat HGB Reklamasi : Kumparan.com
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.