Nasional

Terkait Terorisme di Indonesia Telegram Sudah Hapus 166 Kanal

Terkait Terorisme di Indonesia Telegram Sudah Hapus 166 Kanal

Setelah diblokir sejak 14 Juli lalu, layanan web dari aplikasi pesan instan Telegram di Indonesia akhirnya kembali dibuka mulai hari ini, Kamis (10/8). Kedatangan sang pendiri sekaligus CEO Telegram, Pavel Durov, membuahkan hasil untuk membuka blokir akses web platform-nya.

Dibukanya pemblokiran ini bukan tanpa sebab. Telegram melakukan beberapa langkah agar layanannya dapat sejalan dengan aturan yang berlaku di Indonesia dan memenuhi permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Di antaranya adalah membuat Standard Operating Procedure (SOP), atau tata cara untuk memberantas konten-konten negatif dalam layanan Telegram, termasuk terorisme dan radikalisme.

Menurut Kemkominfo, pasca diblokir oleh pemerintah Indonesia, Telegram sudah menghapus 166 kanal yang berkaitan dengan terorisme dan radikalisme di Indonesia.

Menkominfo Rudiantara dan CEO Telegram Pavel Durov

 

Selain itu, Telegram juga berjanji membuat sebuah “semacam script” atau peranti lunak untuk melakukan filter konten di platform-nya, sebagai salah satu langkah aplikasi pesan tersebut dalam menangkal terorisme.

“Jadi semacam keyword ya (script ini). Nanti mereka akan punya sistem di mana akan mencari konten dari keyword. Jadi, semisal mencari ISIS, ketik ISIS, nanti konten-konten yang ada di Telegram yang ada konten ISIS-nya akan muncul sehingga bisa di-take down oleh sistem,” ujar Ully Taruli, Koordinator Tim Trust Positif Kemkominfo, di tempat yang sama.

Menkominfo dan CEO Telegram Pavel Durov

Setelah ada software ini, Telegram menemukan sekitar 10 kanal dari Indonesia yang mengandung konten terorisme per harinya.

Untuk mempermulus proses komunikasi antara Telegram dan pemerintah Indonesia, aplikasi pesan instan tersebut menunjuk seorang perwakilan yang enggan disebutkan namanya oleh Rudiantara.

“Mereka (Telegram) yang menunjuk wakilnya di Indonesia, bukan kami. Sudah ada, seorang wanita. Ini untuk berkomunikasi dengan baik,” ungkap Rudiantara.

Jumpa pers pemblokiran Telegram di Kemkominfo. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

 

 

Sumber Berita Terkait Terorisme di Indonesia Telegram Sudah Hapus 166 Kanal : Kumparan.com

Mister

Recent Posts

Prabowo Apresiasi Timnas Indonesia Juara Piala ASEAN 2026

Prabowo apresiasi Timnas Indonesia juara piala ASEAN 2026 Kemenangan Timnas Indonesia di final FIFA ASEAN…

12 jam ago

Garuda Juara Piala ASEAN 2026, Erick Thohir sebut Rasa Bangga

Garuda juara piala ASEAN 2026, Erick Thohir sebut rasa bangga Kemenangan Timnas Indonesia atas Thailand…

12 jam ago

Hasil Final Timnas Garuda vs Thailand, Juara Piala ASEAN 2026

Hasil final Timnas Garuda Vs Thailand, juara piala ASEAN 2026 Pertandingan yang berlangsung di Stadion…

13 jam ago

Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid Wafat, Muhammadiyah Berduka

Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid wafat, Muhammadiyah berduka Duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU)…

14 jam ago

Jennifer Siap Manjakan Justin Jika Cetak Gol Lawan Thailand

Jennifer Coppen manjakan Justin cetak gol lawan Thailand Bukan perhiasan atau barang mewah yang disiapkan…

22 jam ago

Wasit Uzbekistan Pimpin Garuda Vs Thailand, FIFA ASEAN Cup 2026

Wasit Uzbekistan pimpin Garuda Vs Thailand, FIFA ASEAN Cup 2026 Pertandingan Timnas Indonesia melawan Thailand…

23 jam ago

This website uses cookies.