Viral Aksi Pengantar Pizza Terobos Demo Ricuh G20
Demo besar-besaran menolak pertemuan G20 di Hamburg, Jerman, tak menghentikan dedikasi seorang pengantar pizza. Dengan motor skuternya, pengantar pizza ini menerobos kerumunan massa dan barikade polisi untuk mengantar pizza.
Dilansir Daily Mail, Jumat (7/7), sang pengantar pizza ini muncul dari balik kerumunan massa. Ia seperti sedang mencari jalan keluar agar bisa mengantar pesanan pizza.
Entah siapa dan ke mana pizza tersebut akan diantar, namun seperti dilansir mashabel.com, dari akun Reddit bernama coolsubmission, terlihat sang pengantar pizza dari Domino’s Pizza ini mengendarai sepeda motornya dengan santai. Para demonstran yang melihat pengantar pizza tersebut lewat justru bertepuk tangan, takjub dengan dedikasi sang pengantar pizza.
KTT G20 di Hamburg ini sudah diwarnai aksi protes lebih dari 12.000 aktivis sejak kemarin. Para pendemo bahkan melakukan aksi anarkis dengan membakar mobil, tempat sampah hingga palet kayu yang berada di dekat lokasi KTT.
Kepolisian Jerman menerjunkan 15.000 personel untuk mengamankan aksi demo ricuh ini. Mereka menambah bantuan dari 16 negara bagian di Jerman setelah menyadari situasi di jalan-jalan di Hamburg terbukti lebih sulit dari yang diperkirakan.
Sedikitnya 29 pemrotes ditahan dan 111 polisi terluka. 3 Di antara polisi tersebut menjalani perawatan di rumah sakit.
Sumber Berita Viral Aksi Pengantar Pizza Terobos Demo Ricuh G20 : Kumparan.com
Rebecca effort ke Belgia demi beri kejutan spesial ultah Jennifer Di tengah momen perayaan di…
Eks Dirut KBS resmi jadi tersangka kasus korupsi pakan fiktif Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur…
Puan ketuk palu, RUU Surga Investasi PFII resmi sebagai UU DPR RI telah resmi menyepakati…
Gerindra nilai Hotman tak etis seret Prabowo ke ranah hukum Partai Gerindra menegaskan Presiden RI…
Nanik S mundur dari kepala BGN, demi pemulihan kesehatannya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik…
Yudi Purnomo bongkar kecurigaan soal fasilitas khusus Hotman Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, meminta…
This website uses cookies.