Nasional

Warga DKI Keluhkan Tidak Bisa Dirasakan Program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati

Warga DKI Keluhkan Tidak Bisa Dirasakan Program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati

Program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) yang diluncurkan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama hingga saat ini dikeluhkan oleh warga DKI Jakarta karena dianggap tidak terasa pelaksanaannya.

“Saya warga Jakarta, tahu Program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati di media, secara nyata saya belum tahu program itu,” kata Heryanti.

Heryanti bahkan mempertanyakan mengenai efektifitas jumlah 5000 dokter dalam program KPLDH. Baginya, jumlah dokter yang diterjunkan dalam program KPLDH sangat banyak namun Heryanti sama sekali tidak merasakan manfaatnya.

“Maaf kalau yang saya rasakan, ini program kurang terlihat. Apakah ini perasaan saya saja atau memang sesungguhnya program ini kurang terealisasi saya tidak tahu. Makanya saya ingin bertanya itu bagimana dengan jumlah 5000 dokter diprogram ini efektifitasnya,” imbuh Heryanti.

Ditempat yang berbeda, Fida warga Kelurahan Sunter ikut berkomentar tentang program yang diluncurkan sejak 24 Mei 2015 tersebut. Dirinya menyatakan awalnya dirinya sangat mengapresiasi usaha Pemerintah DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga Jakarta. Namun, sampai saat ini pelaksanaannya hanya terdengar di awal kemunculannya saja di beberapa wilayah di Jakarta.

“Itu programnya sangat bagus, apalagi masih banyak warga miskin di Jakarta yang tidak mampu untuk pergi berobat ketika sakit. Tapi sayang, saya sendiri tidak tahu apakah sampai sekarang masih dilaksanakan atau tidak?,” tutur Fida.

Sama dengan Fida, Agus juga mengakui bahwa program KPLDH sangat bagus sekali apalagi dirinya merasakan sendiri bagaimana sulitnya mendapatkan fasilitas kesehatan di Kota Jakarta. Agus berharap program tersebut bisa terealisasi karena ia juga mengatakan belum memahami program KLDH lebih lanjut.

“Bagi kita warga yang kurang mampu pilihan cuma dua, pakai BPJS atau kadang kami menunggu program Ketuk Pintu Layani Dengan hati. Kalau kita pake BPJS biasanya harus mengantri bisa sampai pukul 03.00 supaya dapat nomor antrian yang bagus, sedangkan Program ketuk Pintu Layani Dengan Hati kalau saya sampai hari ini masih belum paham bagaimana program ini, ” tutur Agus.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno tetap akan melanjutkan program yang digagas mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dengan harapan dapat lebih efektif lagi pelaksanaannya. Sebelumnya, Wakil Gubernur Sandiaga Salahuddin Uno meminta nama KPLDH diganti karena sulit diucapkan, selain itu menurut Sandiaga perlunya diperbaiki lagi secara sistem program tersebut.

 

(Baca juga: PROGAM AHOK-DJAROT KETUK PINTU LAYANI DENGAN HATI, SANDI AKAN GANTI JADI OK TOK)

(Baca juga: PENGALAMAN PRIBADI WARGA DKI PERMALUKAN ANIES YANG SUKA TERIAK KEBERPIHAKAN)

 

Sumber Berita Warga DKI Keluhkan Tidak Bisa Dirasakan Program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati : Tribunnews.com

Mister

Recent Posts

Anggaran Program MBG Sentuh US$4,24 Miliar Per April 2026

Anggaran program MBG sentuh US$4,24 miliar per April 2026 Nilai yang sangat pantastis itu langsung…

7 jam ago

Tas Branded Sandra Dewi Hasil Sitaan Korupsi Terjual Cepat

Tas branded Sandra Dewi hasil sitaan korupsi terjual cepat Tas yang dilelang berasal dari brand…

2 hari ago

Jurnalis Indo Bakal Dapat Perlindungan dari Kementerian HAM

Jurnalis Indo bakal dapat perlindungan dari Kementerian HAM Langkah ini menjadi perhatian karena termasuk keamanan…

2 hari ago

Review Film “Keluarga Suami Adalah Hama” yang Bikin Emosi

Review film "Keluarga suami adalah hama" yang bikin emosi Film “Keluarga Suami Adalah Hama” resmi…

2 hari ago

Rifky Alhabsyi Akhirnya Punya Anak Setelah 9 Tahun Menunggu

Rifky Alhabsyi akhirnya punya anak setelah 9 tahun menunggu Istri dari artis Rifky Alhabsyi, Yulia…

3 hari ago

Kabar Mengejutkan Bunda Corla Dipecat dari Kerjanya di Jerman

Kabar mengejutkan Bunda Corla dipecat dari kerjanya di Jerman Kabar ini mulai ramai setelah sejumlah…

3 hari ago

This website uses cookies.