Nasional

10 Tahun untuk Hijaukan NTT, Target yang Dijanjikan Prabowo

10 Tahun untuk hijaukan NTT, target yang dijanjikan Prabowo

Presiden Prabowo Subianto ingin melihat kawasan yang saat ini gundul di Nusa Tenggara Timur (NTT) berubah menjadi hijau dalam 10 tahun ke depan.

Target tersebut akan dikejar melalui gerakan penghijauan yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta lembaga penelitian.

Arahan tersebut disampaikan oleh Prabowo dalam rapat koordinasi penanganan pascagempa NTT di posko pengungsian Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere, Desa Tonggurambang, Mbay, Kabupaten Nagekeo, Rabu.

Dalam rapat itu, Prabowo menyinggung kondisi lingkungan NTT yang mengalami berkurangnya tutupan pohon.

Ia menilai persoalan tersebut perlu ditangani bersamaan dengan upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan lahan.

Prabowo meminta pembukaan lahan tidak lagi dilakukan dengan cara membakar.

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting agar kerusakan lingkungan tidak terus berulang.

Program penghijauan juga diminta tidak berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten akan diarahkan untuk berkoordinasi dengan perguruan tinggi serta lembaga riset.

Prabowo menyebut perguruan tinggi dan politeknik dapat ikut mengambil peran di lapangan.

Para mahasiswa maupun tenaga yang terlibat dapat diberikan pelatihan agar memiliki kemampuan yang sesuai untuk mendukung penghijauan.

Pemerintah sebelumnya juga telah membentuk tim yang terdiri dari Universitas Pertahanan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta BRIN.

Tim tersebut mempelajari sejumlah metode yang dinilai mampu mempercepat proses penghijauan.

Salah satu langkah yang ditekankan adalah pembangunan nursery di tingkat provinsi dan kabupaten.

Pusat pembibitan itu nantinya menjadi tempat penyediaan pohon dan tanaman produktif untuk ditanam di lahan terbuka.

Prabowo juga mendorong penerapan permakultur, khususnya di daerah pegunungan dan kawasan yang mengalami kerusakan.

Metode tersebut diharapkan dapat membantu tanah menyimpan lebih banyak air dalam jangka panjang.

Menurut Prabowo, perubahan kondisi lingkungan membutuhkan proses bertahap.

Jika dilakukan secara konsisten selama beberapa tahun, kemampuan tanah dalam menyerap dan menyimpan air diyakini dapat meningkat.

Baca juga: Guru Non-ASN mengadu ke DPR, minta kepastian nasib di 2027
Penguin

Recent Posts

Dituduh Netizen Gunakan APBD untuk Umrah, Om Zein Klarifikasi

Dituduh netizen gunakan APBD untuk Umrah, Om Zein klarifikasi Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau…

21 menit ago

Eks Bupati Gowa Sitti Husniah Ditahan terkait Dugaan Korupsi

Eks Bupati Gowa Sitti Husniah ditahan terkait dugaan korupsi Mantan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang,…

2 jam ago

Viral, Orang Tua Diduga Bersikap Kasar kepada Dua Balita di Lift

Viral, Orang Tua Diduga Bersikap Kasar kepada Dua Balita di Lift Video dari kamera pengawas…

14 jam ago

Tombol SOS Tak Sengaja Tertekan, Penumpang Langsung Panik

Tombol SOS tak sengaja tertekan, penumpang langsung panik Penumpang Commuter Line mendadak bunyi alarm setelah…

15 jam ago

Minta Uang Beli Narkoba, Pemuda ini Diduga Aniaya Ibu Kandung

Minta uang beli narkoba, pemuda ini diduga aniaya ibu kandung Laporan warga mengenai dugaan kekerasan…

1 hari ago

Kabar Duka, Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto Meninggal

Kabar duka, mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal Kabar meninggalnya mantan Panglima Tentara Nasional…

1 hari ago

This website uses cookies.