9.100 perusahaan di Bekasi, cuma 14 buka loker, KDM heran
Dedi Mulyadi atau KDM menanggapi jumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Bekasi, terdapat sekitar 9.100 perusahaan menengah dan besar.
Namun, jumlah perusahaan yang secara terbuka menyampaikan informasi lowongan kerja disebut masih sangat sedikit.
Dari ribuan perusahaan tersebut, hanya 15 perusahaan yang disebut terbuka dalam memberikan informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja.
Kondisi tersebut menjadi perhatian KDM karena angka pengangguran di Kabupaten Bekasi masih cukup tinggi.
Data BPS Jawa Barat pada 2025 mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Bekasi mencapai 8,78 persen atau sekitar 145.620 orang.
Menurut KDM, perkembangan investasi semestinya turut membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Barat.
Ia menilai pertumbuhan kawasan industri perlu diikuti dengan sistem rekrutmen yang mudah diakses.
“Investasi dalam setiap tahun selalu mengalir deras, kondisi industri bertumbuh dengan cepat, kawasan industri berkembang dengan besar, tetapi rekrutmen terhadap tenaga kerja warga Jawa Barat justru relatif belum sesuai dengan harapan,” kata KDM Jumat 18 September 2026.
Tak hanya itu, KDM juga menyinggung dugaan praktik percaloan dalam proses penerimaan karyawan.
Ia mengaku mendapatkan sejumlah keluhan dari pencari kerja yang harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk memperoleh pekerjaan.
Nominal yang dikeluarkan bahkan disebut mencapai Rp5 juta hingga Rp15 juta.
Padahal, pekerjaan tersebut tidak selalu memberikan status sebagai karyawan tetap karena sebagian hanya berupa kontrak.
KDM juga menanggapi kondisi keluarga pencari kerja yang sampai berutang demi membayar biaya masuk kerja.
Menurutnya, persoalan tersebut semakin berat ketika kontrak kerja berakhir sementara utang keluarga belum terselesaikan.
Untuk mengatasi masalah itu, KDM mendorong perusahaan membuka informasi rekrutmen secara luas.
Pemerintah juga diminta menyiapkan calon tenaga kerja melalui pelatihan agar kemampuan pencari kerja sesuai dengan kebutuhan industri.

