Calon Dubes AS pilihan Prabowo, Indroyono Soesilo.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengajukan nama Dwisuryo Indroyono Soesilo, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman era Presiden Joko Widodo.
Sebagai calon Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (AS).
Indroyono mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi I DPR RI pada sabtu, 5 Juli 2025.
Sebagai bagian dari proses pengisian jabatan Dubes RI untuk Amerika Serikat yang sudah kosong sejak Juli 2023.
Setelah Rosan Roeslani mengakhiri masa tugasnya.
Indroyono Soesilo adalah ilmuwan dan guru besar di bidang geologi.
Lulusan Teknik Geologi ITB dan memiliki latar belakang pendidikan lanjutan di Amerika Serikat.
Ia pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman pada 2014-2015, dan berasal dari kelaurga dengan tradisi diplomat.
Karena ayahnya, Soilo Soedarman, juga pernah menjadi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat dan menteri di era Soeharto.
Berikutnya, selain Indroyono, Presiden Prabowo juga mengajukan Nurmala Kartini Sjahrir.
Adik dari Luhur Binsar Pandjaitan, sebagai calon Dubes RI untuk Jepang.
Total terdapat 24 calon dubes yang diajukan untuk negara-negara sahabat dan perwakilan tetap RI di PBB, yang semuanya menjadi uji kelayakan di DPR.
Penunjukan Indroyono sebagai calon Dubes Amerika Serikat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat hubungan diplomatik.
Dan kerja sama dengan Amerika Serikat yang sangat penting dalam peta geopolitik dan ekonomi global.
Baca juga: Profil Nurmala Kartini Sjahrir, calon Dubes di Jepang
Profil Indroyono Soesilo:
Dwisuryo Indroyono Soesilo merupakan seorang ilmuwan dan guru besar ilmuan geogoligi yang pernah menjabat sebgaia menko kemaritiman dalam Kabinet Kerja periode 2014-2015, sebelum digantikan oleh Rizal Ramli.
Ia lahir di Bandung pada tanggal 27 Maret 1955, Indroyono merupakan lulusan Teknik geologi di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1979.
Kemudian menlanjutkan pendidikan S-2 di Universitas Michigan, AS jurusan remote sensing atau penginderaan jauh 1981.
Selanjutnya mengambil S-3 jurusan geologi penginderaan jauh di Universitas lowa, AS 1987.
Lalu program khusus remote sensing satellite ground station management training di Kanada pada 1992.

