Megawati nangis kangen Bung Karno di acara 70 tahun KAA di Blitar
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menangis menegang perjuangan ayahnya, Bung Karno dalam membangun tatanan dunia baru yang lebih adil.
Ia menghadiri peringatan 70 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Blitar, Jawa Timur.
Megawati menyampaikan pentingnya menyalakan kembali semangat Bandung di tengah tantangan global saat ini.
“Oleh sebab itu dalam pertemuan yang sederhana ini tetapi sangat berarti, mari kita matangkan AA (Asia-Afrika) plus tersebut, jangan hanya kita dengarkan, jangan kita hanya bicara saja,” ucap Wegawati.
Selanjutnya, ia juga menekankan bahwa spirit perjuangan Bung Karno harus kembali disuarakan di tengah tantangan global seperti dominasi ekonomi, teknologi, dan kekuatan politik yang tidak berpihak pada kemanusiaan.
Dengan dana yang mau nangis, Megawati menyampaikan agar dunia baru yang dibangun tidak tunduk pada kekuasaan modal maupun mesin.
“Dari Blitar ini, dari pusara Bung Karno, Saya ingin menyerukan kepada dunia mari kita bangun dunia yang baru,” kata Megawati.
“Dunia yang tidak tunduk pada mesin dan modal tetapi yang menempatkan manusia sebagai pusat peradaban,” sambungnya.
Tak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa dunia harus diatur oleh nilai-nilai Pancasila yang memuliakan kehidupan, bukan oleh algoritma tanpa hati nurani.
Megawati mengajak untuk meneruskan cita-cita Bung Karno yang tertuang dalam pidato legendarisnya.
To Build the World A New yaitu membangun dunia baru yang adil, beradab, dan lebih menuasiawi.

