Tak Takut, Iran Mengancam Amerika Serikat dan Israel Akan Jadi Target Sah

Tak Takut, Iran Mengancam Amerika Serikat dan Israel Akan Jadi Target Sah

Tak takut, Iran mengancam Amerika Serikat dan Israel akan jadi target sah

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa militer Amerika Serikat dan Israel akan menjadi “sasaran yang sah” apabila Washington benar-benar melancarkan serangan ke Iran, sebagaimana ancaman yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Matilah Amerika” kata Ghalibaf di hadapan anggota parelemen Iran, Minggu 11 Januari 2026.

Hal tersebut dinilai bukan sekadar retorika. Sehari sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Alu Khamenei dilaporkan telah meningkatkan tingkat kesiapan negara melampau status masa perang.

Ia memerintahkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk menekankan gelombang kerusuhan domedtik.

Sekaligus menyiapkan fasiloitas militer strategis guna menghadapi potensi ancaman eksternal, di tengah demonstrasi yang meluas di berbagai wilayah Iran.

‘Kota-kota rudal bawah tanah IRGC, yang sengaja dibiarkan utuh selama perang 12 hari, semuanya dalam keadaan siaga tinggi, katanya, menegaskan bahwa intervensi apa pun dari AS berpotensi membuat pecahnya perang.

Di saat yang sama, ketegangan kawasan turut tercermin dari langkah Rusia.

Sejak hari Kamis 8 Januari 2026, otoritas Rusia dilaporkan telah melakukan tiga penerbangan evakuasi dari Israel dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, membawa sejumlah pejabat beserta keluarga mereka kembali ke Rusia.

Kecepatan evakuasi tersebut dinilai tidak lazim dan membuat spekulasi bahwa Moskow kemungkinan memperoleh informasi sensitif yang mendorong keputusan cepat itu.

Baca juga: Donald Trump sita Kapal Tanker minyak Rusia di kawasan Atlantik Utara