Hubungan RI dan China makin kuat, dengan investasi Hong Kong sekitar US$10 miliar
Hubungan ekonomi Indonesia dan China semakin kuat, ditandai dengan investasi Hong Kong yang telah mencapai US$10 miliar dalam beberapa tahun terakhir.
Acara Forum China Conforence diselenggarakan oleh South China Morning Post (SCMP) bekerja sama dengan Kadin Indonesia dan Danantara Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Hong Kong sebagai mitra ekonomi strategis bagi Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa nilai perdagangan bilateral kedua pihak berada di kisaran US$6,5 miliar, sementara investasi Hong Kong ke Indonesia telah menyeluruh US$10 miliar dalam beberapa tahun terakhir.
“Perjanjian perdagangan bebas antara Hong Kong dan Asean yang mulai berlaku pada 2020 telah membuka dan memperkuat hubungan ekonomi serta bisnis antara Indonesia dan Hong Kong,” katanya.
Lanjut, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menilai forum tersebut penting dalam mempererat kolaborasi bisnis dan investasi.
Konferensi ini mempertemukan pembuatan kebijakan, pelaku usaha, dan inovator untuk berdiskusi secara terbuka mengenai prospek kawasan.
“Saya percaya China, Indonesia, dan Asia Tenggara secara lebih luas dapat menjadi mesin dan pusat produksi pertumbuhan global penting dalam beberapa dekade mendatang.” katanya.
“Kita dapat menjadi penggerak pertumbuhan dengan mendorong permintaan, inovasi, dan model bisnis baru di pasar yang mencakup lebih dari 2 miliar penduduk,” tambahnya.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa Danantara berperan sebagai bank talenta yang bertugas menarik sumber daya manusia global terbaik guna mendorong kinerja organisasi.

