PKB Tanggapi Kasus Seksual di Beberapa Pondok Pesantren
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengambil langkah serius menyikapi maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren.
Melalui agenda bertujuk Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual, PKB kabar mempertemukan ratusan pesantren dengan pemerintah dan aparat penegak hukum dalam Temu Nasional Pondok Pesantren yang digelar di Jakarta pada 18-19 Mei.
Langkah ini hadir setelah ramainya kasus kekerasan seksual di pondok pesantren, termasuk kasus di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang belakangan menjadi sorotan publik.
Ketua Panitia Temu Nasional Pondok Pesantren, Nihayatul Wafiroh atau Ninik, mengatakan forum tersebut menjadi ruang bersama untuk mencari solusi konkret agar kekerasan seksual tak lagi terjadi di lingkungan pendidikan berbasis agama itu.
Sekitar 250 perwakilan pondok pesantren dari berbagai daerah dijadwalkan untuk hadir.
Mereka akan berdialog langsung dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah bersama.
Dalam mencegah serta menangani kasus kekerasan seksual di lingkungan pesantren.
Menurut Ninik, forum ini karena persoalan kekerasan seksual tidak bisa diselesaikan sepihak.
Dibutuhkan keterlibatan semua elemen, mulai dari pengasuh pesantren, pemerintah, aparat hukum, hingga masyarakat.
‘Ini paling sekali karena kami berharap seluruh elemen, termasuk dari pemerintah, bisa sama-sama mencarikan solusi,” katanya.
Selanjutnya, PKB merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memfasilitasi pertemuan tersebut.
Lantaran selama ini partainya dianggap dekat dengan kalangan pesantren pengelola pondok pesantren.

