Rekaman Video Call Diduga Penembak 3 ASN Jayawijaya Viral

Rekaman Video Call Diduga Penembak 3 ASN Jayawijaya Viral

Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral

Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya masih dalam penyelidikan aparat keamanan.

Ketiga pegawai tersebut menjadi korban serangan ketika dalam perjalanan pulang setelah menjalankan tugas di wilayah Papua Pegunungan.

Polisi kini berupaya mengidentifikasi pihak yang diduga melakukan penembakan. Sejumlah petunjuk telah diperoleh, termasuk informasi dari saksi yang berhasil menyelamatkan diri saat serangan berlangsung.

Kaops Damai Cartenz Irjen Pol Faizal menyampaikan bahwa pelaku sementara diduga berasal dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama.

Meskipun begitu, kepolisian belum memastikan identitas individu yang melakukan aksi tersebut karena proses penyelidikan masih berjalan.

Faizal mengatakan dugaan tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan awal di lapangan.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan keterlibatan pihak tertentu dalam kejadian itu.

Perhatian juga tertuju pada sebuah rekaman video call yang beredar di media sosial.

Video tersebut diduga memperlihatkan komunikasi keluarga korban dengan sejumlah orang yang diduga berkaitan dengan kelompok bersenjata.

Salah satu korban diketahui bernama Wili Mbuik, ASN berusia 26 tahun asal Rote Ndao, NTT. Setelah kejadian, ponsel milik Wili diduga dibawa oleh pelaku.

Ponsel tersebut kemudian disebut digunakan untuk menghubungi keluarga korban melalui WhatsApp.

Tante Wili, Selfi Mbuik, menyebut panggilan video diterima oleh Minto Mbuik yang merupakan kakak korban.

Dalam rekaman, tampak beberapa orang yang diduga berada di lokasi sedang berkomunikasi dengan keluarga korban. Rekaman itu kemudian menyebar setelah insiden penembakan terjadi.

Sebelum diserang, rombongan ASN tersebut diketahui baru selesai menyalurkan bantuan pangan kepada warga Kampung Kimbim, Distrik Asologaima. Mereka kemudian bergerak menuju Wamena.

Baca juga: Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas