Malaysia Incar Beras Indo, Negosiasi Harga Rp10.000 Per Kg

Malaysia Incar Beras Indo, Negosiasi Harga Rp10.000 Per Kg

Malaysia Incar Beras Indo, Negosiasi Harga Rp 10.000 Per Kg

Indonesia selangkah lebih dekat menjadi eksportir beras di tengah gejolak pangan global.

Perum Bulog kini tengah bernegosiasi dengan malaysia untuk rencana ekspor 200 ribu ton beras senilai sekitar Rp2 triliun.

Namun jarak antara harga penawaran kedua pihak masih cukup lebar untuk segera di sepakati.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kesiapan penuh menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto soal peluang ekspor tersebut.

“Kalau kami siap. Begitu ada perintah, kami siap akan melaksanakan perintah tersebut. Sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” kata Rizal di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Persoalannya ada di angka. Malaysia mengajukan harga di bawah Rp10.000 per kilogram.

Sementara Bulog mematok kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram dengan alasan beras yang di tawarkan masuk kategori premium.

“Mereka menawar (harga) di bawah Rp10.000 per kg,” ungkap Rizal.

Posisi tawar Bulog itu sejalan dengan pesan langsung Presiden Prabowo saat peluncuran 1.061 gerai koperasi Desa\Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sabtu 16 Mei 2026.

“jangan jual terlalu murah ya. jangan ngetok tapi jangan jual terlalu murah,” kata Presiden.

“Ingat, krisis bisa lama ini. Yang utama kita amankan rakyat kita dulu,” tambah Prabowo.

Menurutnya, sejumlah negara mulai membuka komunikasi dengan Indonesia untuk membeli beras.

Bahkan negara-negara yang sebelumnya dinilai kuat dalam urusan pangan kini mulai mencari pasokan dari Indonesia.

Baca juga: Sidang DPR hari ini, Prabowo bahas target ekonomi 6,5 persen