Anies Bebaskan RT/RW Tak Buat Laporan Pertanggung Jawaban Dana Operasional
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membebaskan pengurus RT/RW untuk tidak perlu membuat laporan pertanggung jawaban (LPJ) dana operasional. Anies menghapuskan LPJ tersebut usai dikeluhkan pengurus RT/RW di Jakarta Pusat.
“Banyak yang mengeluh soal laporan pertanggungjawaban. Tadi saya sudah tanya sama Asisten Pemerintahan. 2017 Bapak-ibu tidak perlu menuliskan laporan pertanggungjawaban lagi,” kata Anies dalam pertemuan dengan RT/RW se-Jakarta Pusat, di Gedung Pertemuan Pertamina, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (6/12/2017).
Mendengar hal tersebut, sontak para pengurus RT/RW bertepuk tangan. Anies mengaku percaya dengan kinerja dari para pengurus RT/RW.
“Kami mempercayakan kepada bapak ibu ketua RT/RW LMK untuk mengelola dana operasional. Kalau kami tidak percaya dengan bapak ibu, bagaimana warga bisa percaya dengan bapak-ibu? Betul nggak?” sebut Anies dengan tepuk tangan yang lebih meriah.
Anies mengatakan RT/RW merupakan kerja sosial yang harus diapresiasi. Dia berharap dana yang digelontorkan pemerintah dapat digunakan dengan sebaik-baiknya.
“Artinya kepercayaan ini harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Jangan disalahgunakan. Betul nggak? Kami juga ingin bapak ibu bekerja untuk rakyat lebih baik lagi. Jadi bapak ibu gunakan dana itu sebaik-baiknya sehingga benar-benar menunjang operasional bapak ibu semua,” jelasnya.
Sementara, Asisten Pemerintahan Sekda DKI Bambang Sugiyono mengatakan akan segera berkirim surat kepada DPRD untuk menyampaikan aspirasi tersebut. Jika DPRD setuju, akan dibuat aturan soal LPJ itu.
“Ini kan terkait juga dengan kenaikan RT/RW Rp 1,5 juta untuk RT ke Rp 2 juta. Yang RW dari Rp 2 juta menjadi menjadi Rp 2,5 juta. Tahun depan akan dinaikkan. Tetapi Gubernur akan mengirim surat ke DPRD,” jelasnya.
“Kalau sudah setuju, baru dibuat kan Pergub. Termasuk nanti itu (pertanggungjawabannya) juga diatur,” terangnya.
Saat sesi tanya jawab, Ketua RW dari Campaka Baru Abdul Rahman mengaku repot dengan LPJ yang diwajibkan oleh pemerintah sebelumnya. Dia mendesak LPJ RT/RW dihapuskan.
“Masalah pelaporan ini sangat tidak jelas laporan pertanggung jawaban. Cara-cara itu membuat kami berbohong ke pemerintah. Saya minta pelaporan harus dihapuskan kembali seperti ke zaman Foke (Fauzi Bowo),” sebutnya.
Abdul mengatakan dana operasional RT/RW bukan gaji.
“Pertanyaan saya. Kalau seandainya nggak boleh sentuh uang itu, terus apa penghargaan untuk kami yang bekerja di masyarakat. Kalau begitu kita akan ajak RT/RW serahkan stempel ke gubernur,” tuturnya.
(Baca juga: WARGA DKI JANGAN NGADU KE ANIES-SANDI LAGI, CUKUP CAMAT DAN LURAH)
(Baca juga: SANDIAGA UNO SINDIR AHOK MAU JADI SUPERMAN, DAN BAWA JAKARTA MUNDUR KEBELAKANG)
Sumber Berita Anies Bebaskan RT/RW Tak Buat Laporan Pertanggung Jawaban Dana Operasional : Detik.com
Eks Bupati Gowa Sitti Husniah ditahan terkait dugaan korupsi Mantan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang,…
Viral, Orang Tua Diduga Bersikap Kasar kepada Dua Balita di Lift Video dari kamera pengawas…
Tombol SOS tak sengaja tertekan, penumpang langsung panik Penumpang Commuter Line mendadak bunyi alarm setelah…
Minta uang beli narkoba, pemuda ini diduga aniaya ibu kandung Laporan warga mengenai dugaan kekerasan…
Kabar duka, mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal Kabar meninggalnya mantan Panglima Tentara Nasional…
RI Bangga, Raharjati Nursamsa raih perak di Santiago 2026 Atlet panjat tebing Indonesia, Raharjati Nursamsa,…
This website uses cookies.