Nasional

Bawaslu Putuskan KPU Langgar Proses Input Situng dan Harus Diperbaiki

Bawaslu Putuskan KPU Langgar Proses Input Situng dan Harus Diperbaiki

Bawaslu menggelar sidang putusan terkait laporan BPN soal Situng KPU. Bawaslu memutuskan KPU melanggar tata cara dan prosedur dalam menginput data di Situng.

Untuk itu, Ketua Majelis sekaligus Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, Perkara Situng KPU yang teregistrasi dengan Nomor 07/LP/PP/ADM/RI/00.00/V/2019 diminta untuk memperbaiki tata cara dan prosedurnya dalam menginput data.

“Mengadili, satu, menyatakan KPU terbukti secara sah melanggar tata cara dan prosedur dalam input data sistem informasi pemungutan suara atau Situng,” ujar Abhan di dalam persidangan di gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (16/5).

Ketua Bawaslu Abhan sedang melihat berkas perkara dalam sidang dugaan pelanggaran administratif Pemilu 2019. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

“Dua, memerintahkan KPU untuk memperbaiki tata cara dan prosedur dalam input data sistem informasi pemungutan suara dalam Situng,” lanjutnya.

Dalam persidangan hadir juga anggota majelis sekaligus komisioner Bawaslu Ratna Dewi. Ratna menjelaskan, KPU berkewajiban untuk memastikan data yang diinput di dalam Situng merupakan data yang valid dan sudah terverifikasi.

“KPU berkewajiban untuk memastikan data yang dimasukkan dalam Situng website KPU 2019 adalah data yang valid telah terverifikasi dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Sehingga tidak menimbulkan keresahan di dalam masyarakat dan memastikan kepada masyarakat bahwa KPU telah menggelar pemilu secara transparan, independen, imparsial, dan berkeadilan,” jelas Ratna.

Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo berbicara saat sidang dugaan pelanggaran administratif Pemilu 2019. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Meski begitu, dalam persidangan, majelis tak menyebut untuk menghentikan Situng KPU. Namun, hanya memperbaiki prosedur dan tata cara dari input data Situng KPU menjadi akurat.

Sebelumnya, serangkaian sidang telah dijalankan yaitu sidang putusan awal, sidang mendengarkan keterangan pelapor dan terlapor, dan sidang mendengarkan keterangan ahli. Begitu juga dengan sidang keterangan pihak terkait yang dihadirkan Bawaslu, hingga kesimpulan yang diberikan pelapor dan terlapor ke kantor Bawaslu.

Sidang ini berawal dari laporan yang dilayangkan Direktorat Advokasi dan Hukum BPN, Sufmi Dasco Ahmad, ke Bawaslu terkait Situng KPU dan quick count lembaga survei. Dia menilai Situng KPU menimbulkan keresahan dan membuat tingkat kepercayaan masyarakat berkurang.

“BPN Prabowo-Sandi melaporkan ke Bawaslu tentang Situng KPU, di mana sudah kami nilai bahwa Situng KPU ini sudah meresahkan. Situng KPU ini bisa membuat kepercayaan masyarakat kepada demokrasi kepada pemilu itu menjadi berkurang,” kata Dasco pada 2 Mei 2019.

 

Baca juga: Demo Bawaslu, Ketua Reuni 212 Berorasi Ajak Massa Masuk Penjara Biar Makanan Habis

 

Sumber Berita Bawaslu Putuskan KPU Langgar Proses Input Situng dan Harus Diperbaiki: Kumparan.com

Mister

Recent Posts

Irfan Hakim Menangis, Minta Raffi Fokus Hiburan dan Bisnis Saja

Irfan Hakim menangis, minta Raffi fokus hiburan dan bisnis saja Dalam sebuah sesi percakapan yang…

3 jam ago

DPR Resmi Bentuk Panja, Kasus Eks Jampidsus Diawasi Ketat

DPR resmi bentuk Panja, kasus eks Jampidsus diawasi ketat Komisi III DPR RI resmi membentuk…

3 jam ago

Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman ungkap ada bunker lain

Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman ungkap ada bunker lain Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengaku…

4 jam ago

Kasus Korupsi dan TPPU, Febrie Adriansyah resmi jadi Tersangka

Kasus korupsi di TPPU, Febrie Adriansyah resmi jadi tersangka Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor)…

5 jam ago

Febrie Adriansyah Mundur, Habiburokhman akan Bentuk Timwas

Febrie Adriansyah mundur, Habiburokhman akan bentuk Timwas Ketua Komisi III DRPR RI Habiburokhman menyatakan pihaknya…

8 jam ago

Aksi Lucu Amanda Manopo Saat Mengganti Popok Baby Zac

Aksi lucu Amanda Manopo saat mengganti Popok Baby Zac Artis Amanda Manopo kembali ramai setelah…

1 hari ago

This website uses cookies.