BBM makin sulit, masyarakat Filipina terpaksa jalan kaki ke kantor karena minimnya transportasi
Viral negara Filipina lagi menghadapi krisis bahan bakar yang berdampak langsung ke aktivitas masyarakat.
Banyak pekerja yang terpaksa berjalan kaki menuju tempat kerjanya karena minimnya transportasi yang beropeasi.
Kondisi ini ramai dibagikan di berbagai media sosial. Dalam salah satu postingan di platform X, terlihat jalanan dipenuhi pejalan kaki tanpa kendaraan yang melintas.
“BREAKING: Akibat kelangkaan gas, orang-orang kini berjalan kaki ke tempat di Filipina,” tulisnya, Jumat 27 Maret 2026.
Krisis energi ini justru membuat lalu lintas di ibu kota Manila jauh lebih lengang.
Perjalanan sejauh 26 km yang biasanya memakan waktu dua jam, kini bisa ditempuh hanya dalam 45 menit.
Tetapi di sisi lain, terbatasnya kendaraan seperti bus, jeepney, hingga ojek online membuat lonjakan penumpang di kereta api.
Kepadatan pun tak terhindarkan, terutama saat jam sibuk.
Krisis ini dipicu lonjakan harga bahan bakar setelah operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Dampaknya, Preasiden Ferdinand Marcos Jr. menetapkan status darurat energi nasional selama satu tahun sejak 25 Maret 2026.
Situasi itu dikhawatirkan membuat efek domino, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok hingga potensi PHK massal.
Padahal sebelumnya, ekonomi Filipina diprediksi masih bisa tumbuh hingga 5 persen.
Anggaran program MBG sentuh US$4,24 miliar per April 2026 Nilai yang sangat pantastis itu langsung…
Tas branded Sandra Dewi hasil sitaan korupsi terjual cepat Tas yang dilelang berasal dari brand…
Jurnalis Indo bakal dapat perlindungan dari Kementerian HAM Langkah ini menjadi perhatian karena termasuk keamanan…
Review film "Keluarga suami adalah hama" yang bikin emosi Film “Keluarga Suami Adalah Hama” resmi…
Rifky Alhabsyi akhirnya punya anak setelah 9 tahun menunggu Istri dari artis Rifky Alhabsyi, Yulia…
Kabar mengejutkan Bunda Corla dipecat dari kerjanya di Jerman Kabar ini mulai ramai setelah sejumlah…
This website uses cookies.