Nasional

Dahnil Anzar: Alumni 212 Manfaatkan Keikhlasan Umat jadi Konteks Politik

Dahnil Anzar: Alumni 212 Manfaatkan Keikhlasan Umat jadi Konteks Politik

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak tidak sepakat gerakan umat Islam 212 di Jakarta tahun lalu dilembagakan dengan nama Reuni Alumni 212 untuk kepentingan politik pemilihan kepala daerah.

”Gerakan Alumni 212 sekarang ini tidak memiliki konteks sama sekali,” ujar Dahnil dihubungi Jumat (12/1/2018). ”Alumni-alumnian itu bagi kami memanfaatkan keikhlasan umat ditarik menjadi konteks politik, sehingga kehilangan makna hakikinya. Bagi saya politik Islam adalah nilai bukan sekadar angka elektoral yang mau dimanfaatkan untuk kepentingan jangka pendek,” tandasnya.

Pernyataan Dahnil Anzar itu menanggapi kekecewaan Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Muhammad Gatot Saptono alias Al Khaththath yang memprotes tiga partai politik yakni Partai Gerindra, PAN, dan PKS.

Tokoh Alumni 212 Eggi Sudjana dan Al Khaththath Diundang KPU Jabar

FUI merekomendasikan lima nama kandidat gubernur agar diusung tiga partai itu tapi diabaikan. Satu nama itu adalah La Nyalla Mattalitti untuk Cagub Jatim. Aktivis FUI menginginkan kemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta 2017 dapat ditiru di provinsi lain dengan melibatkan peran para ulama dan kekuatan umat Islam.

Menurut Dahnil, konteks gerakan 212 adalah kemarahan umat terhadap ketidakadilan hukum terhadap penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. ”Itu konteksnya. Terus alumni-alumnian sekarang ini konteksnya apa sehingga harus merawat kemarahan?” ujarnya.

Dia menegaskan, dulu dirinya dan banyak warga Muhammadiyah serta umat Islam lainnya ikut gerakan 212 tidak ada konteks politik. ”Tidak sama sekali. Hanya bentuk panggilan untuk melawan ketidakadilan hukum terhadap Ahok yang tidak kunjung diproses secara hukum, tidak ada urusan dengan politik-politikan Pilkada,” katanya.

Dahnil melihat, mereka yang membentuk alumni-alumnian itu sejak awal ada niat politicking maka wajar sekarang mereka kecewa. Karena bagi mereka politik Islam itu tentang angka elektoral. ”Bagi kami yang murni mendorong gerakan itu sebagai “kemarahan” terhadap penistaan, politik Islam adalah nilai bukan angka elektoral, jadi saya tidak pernah peduli dengan manuver partai politik yang berkoalisi dalam Pilgub,” katanya.

Bagi dia manuver parpol itu biasa saja karena semua perilaku politikus itu sama. ”Jadi stop laku kamuflase ukhuwah atau politisasi ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah Islamiyah harus dibangun dengan otentik bukan sekadar bermaksud elektoral yang miskin nilai,” ujar Dahnil.

 

 

Baca juga : Presidium 212 Kecewa, PAN Beralasan Lakukan itu untuk Umat

 

 

Sumber berita Dahnil Anzar: Alumni 212 Manfaatkan Keikhlasan Umat jadi Konteks Politik : pwmu.co

 

Mister

Recent Posts

Guru Non-ASN Mengadu ke DPR, Minta Kepastian Nasib di 2027

Guru Non-ASN mengadu ke DPR, minta kepastian nasib di 2027 Perwakilan guru non-ASN menyambangi Gedung…

3 jam ago

Ramai Alamat Rumah Jennifer Coppen tersebar, Ulah Oknum Ojol

Ramai alamat rumah Jennifer Coppen tersebar, ulah oknum Ojol Jennifer Coppen lagi menghadapi persoalan yang…

3 jam ago

Indra Bruggman Sukses jadi Pengusaha, mau Pensiun dari Aktor?

Indra Bruggman sukses jadi pengusaha, mau pensiun dari aktor? Nama Indra Bruggman sudah lama dikenal…

1 hari ago

2 Anabul Inul Daratista Hilang Misterius, Ternyata Ada di Lemari

2 Anabul Inul Daratista hilang misterius, ternyata ada di lemari Inul Daratista heboh setelah dua…

1 hari ago

KPK Bongkar Dugaan Aliran Uang, Dua PNS Bea Cukai Diperiksa

KPK bongkar dugaan aliran uang, dua PNS Bea Cukai diperiksa Kasus dugaan korupsi dalam proses…

1 hari ago

Alasan Raja Juli Tak Dampingi Prabowo Subianto Cek Karhutla

Alasan Raja Juli tak dampingi Prabowo Subianto cek Karhutla Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni akhirnya…

1 hari ago

This website uses cookies.