Nasional

Dalang Persekusi dan Penganiayaan Sejoli di Cikupa Ternyata Ketua RT

Dalang Persekusi dan Penganiayaan Sejoli di Cikupa Ternyata Ketua RT

R (28), dan kekasihnya perempuan M (20) diarak massa. Sambil dipukul dan ditelanjangi, keduanya dipaksa mengaku mesum. Dalam video yang tersebar, perempuan M, berteriak-teriak meminta memohon ampun. Namun seorang pria dengan memaksa menelanjangi korban.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (11/11) malam di Cikupa. Video sejoli ini diarak dan ditelanjangi menyebar. Pihak kepolisian bergerak cepat.

“Tersangka T, ketua RT yang pertama mendobrak pintu. Dia juga yang berinisiatif melakukan penggerebekan dan memobilisasi massa,” kata Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif dalam keterangannya live via instagram, Selasa (14/11).

Korban persekusi di Cikupa dibantu psikiater.

Setelah melakukan penggerebekan, korban dipaksa mengaku mesum. Kemudian ditelanjangi dan diarak. Selama diarak menuju ke rumah Ketua RW itu, korban dipukul, bahkan yang perempuan sengaja dilepaskan bajunya.

Pihak kepolisian sendiri turun ke lokasi pada Senin (13/11). Penyidik menemui korban dan mencari tahu informasi persekusi tersebut. Kemudian setelah benar terjadi peristiwa itu, korban divisum. Pihak kepolisian lalu melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mendapatkan informasi siapa saja pelaku persekusi dan penganiayaan.

“Ketua RT dia yang melakukan penganiayaan, dia juga yang mengajak warga agar memvideokan,” jelas Sabilul.
Selain T, total ada 6 tersangka yang ditahan, antara lain, I, S, Y, A, dan N.

“Mereka semua ditahan, melanggar pasal 170 dan 335 KUHP,” urai Sabilul.

Hasil pemeriksaan, korban perempuan M baru beberapa bulan tinggal di kontrakan itu. Perempuan M ini yatim piatu dan rencananya akan menikah dengan kekasihnya R. Mereka membantah berbuat mesum. R masuk ke kontrakan kekasihnya, saat itu tengah mengantarkan makanan. Pintu juga tak dikunci alias terbuka.

Setelah didobrak Pak RT, pasangan ini dipaksa mengaku mesum dan ditelanjangi.

“Ini R, baru pertama kali main ke sini (Cikupa),” tutur Sabilul.

“Perempuan M ini mengalami trauma dan terus menangis. Kami berikan trauma healing,” kata Kapolresta Tangerang AKBP M Sabilul Alif dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (13/11).

Pihak kepolisian memberikan bantuan psikiater ke perempuan M. Demikian juga untuk korban pria R yang dianiaya.

“Ini yang perempuan yatim piatu, yang pria punya keluarga di Tigaraksa. Mereka ini sebentar lagi mau menikah. Sekarang pasangan ini mengalami trauma, mereka tidak menerima diarak, ditelanjangi dan divideokan,” beber dia.

Sabilul menyampaikan, pihaknya sudah menetapkan 6 tersangka termasuk ketua RT berinisial T, yang mendobrak dan memprovokasi warga. Mereka semua sudah ditahan.

“Untuk korban kami tempatkan di tempat yang aman,” tutup Sabilul.

Korban persekusi di Cikupa dibantu psikiater.

 

 

Baca juga : Sepasang di Cikupa yang Diarak dan Ditelanjangi Dipaksa Mengaku Mesum

 

 

Sumber berita Dalang Persekusi dan Penganiayaan Sejoli di Cikupa Ternyata Ketua RT : kumparan.com

 

 

Mister

Recent Posts

Abu Vulkanik Krakatau Capai Jakarta, GMPK DKI Bagi Masker

Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…

9 jam ago

3 ASN Jayawijaya Tewas Korban Tembakan KKB, Berikut Profilnya

3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…

18 jam ago

BGN Hapus 1.653 Sekolah dari Penerima Makan Bergizi Gratis

BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…

20 jam ago

Rekaman Video Call Diduga Penembak 3 ASN Jayawijaya Viral

Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…

21 jam ago

Mahasiswa UIN Jakarta Desak Dugaan Korupsi Diusut Tuntas

Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…

1 hari ago

Santriwati di Sleman Diduga Jadi Korban Kiai, Kini Hamil 8 Bulan

Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…

1 hari ago

This website uses cookies.