Demi Uang BPR, 345 Guru SD-SMA Lakukan Pemalsuan Sertifikasi di Jabar

Demi Uang BPR, 345 Guru SD-SMA Lakukan Pemalsuan Sertifikasi di Jabar

Demi Uang BPR, 345 Guru SD-SMA Lakukan Pemalsuan Sertifikasi di Jabar

Polda Jabar mengungkap kasus sertifikasi dan ijazah palsu di Tambora, Jakarta Barat. Kasus ini bermula dari laporan seorang pimpinan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tentang bobolnya kas senilai Rp 36 miliar. Pihak kepolisian lalu melakukan penyelidikan.

“Ada 13 tersangka dari kasus ini,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus yang dikonfirmasi kumparan, Selasa (8/8).

Polisi melakukan penyelidikan, dari 13 tersangka yang antara lain ada dari kalangan internal bank ini diketahui kalau uang puluhan miliar itu untuk membayar biaya gadai sertifikasi guru.

Penggeledahan kasus ijazah palsu di Koja (NOTCOV)
Penggeledahan kasus ijazah palsu di Koja (Foto: Dok. Humas Polda Jawa Barat)

Banyak guru di Jawa Barat yang memang sudah menggadaikan sertifikasinya ke bank. Oknum BPR ini kemudian menawarkan untuk memalsukan sertifikasi itu, tentu dengan tawaran uang.

“Jadi oknum ini menawarkan ke guru untuk memalsukan sertifikasinya, kemudian digadaikan,” beber dia.

“Ada 345 guru yang menggadaikan sertifikasi palsunya. Itu tingkat SD sampai SMA, tersebar di Jawa Barat,” tambah dia.

Pengungkapan pembuatan dokumen palsu.
Pengungkapan pembuatan dokumen palsu. (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)

Yusri menjalankan, ada dua kasus dalam pidana ini. Untuk kasus pertama, laporan penipuan dan penggelapan terkait bobolnya BPR Rp 36 miliar. Kemudian kasus kedua, pemalsuan ijazah dan sertifikasi.

Untuk kasus pemalsuan pelaku utama berinisial bernama Yayan Taryana, selaku agen yang menghubungkan antara guru dan pembuat ijazah palsu, dan TM yang berperan sebagai salah satu tersangka pembuat ijazah palsu serta sertifikasi. Sore tadi Polda Jabar bekerjasama dengan Polsek Tambora melakukan penggerebekan di lokasi pemalsuan ijazah.

Penggeledahan kasus ijazah palsu di Koja
Penggeledahan kasus ijazah palsu di Koja (Foto: Dok. Humas Polda Jawa Barat)

“Status para guru ini masih saksi. Kami juga tak mungkin menjadikan tersangka, nanti anak-anak siapa yang mengajar. Ini ada ratusan guru. Jadi kami periksa dulu sebagai saksi, kami lihat niatnya,” tutur dia.

 

Sumber Berita Demi Uang BPR, 345 Guru SD-SMA Lakukan Pemalsuan Sertifikasi di Jabar : Kumparan.com