Di Prancis kacau, Ribuan Masyarakat tolak pemotongan anggaran

Di Prancis kacau, ribuan masyarakat tolak pemotongan anggaran

Di Prancis kacau, ribuan masyarakat tolak pemotongan anggaran

Aksi protes nasional memprotes kebijakan pemotongan anggaran pemerintahan Presiden Emmanuel Macron.

Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau menyebut Prancis tidak lumpuh meski adanya aksi besar, dan mencatat keberadaan 7.300 orang yang dianggap teradikalisasi.

Kementerian Dalam Negeri menyebut penangkapan terkait tindak kekerasan, kerusakan, fasilitas umum, dan aksi tanpa izin.

Perdana Menteri baru, Sebastien Lecornu, mengkritik keras serangan terhadap polisi dan kerusakan yang terjadi.

Data resmi mencatat tujuh polisi, sepuluh demonstran, dan seorang jurnalis terluka dalam aksi.

Meskipun begitu, serikat buruh menilai mobilisasi ini sebagai keberhasilan.

Mereka berencana bertemu dengan Perdana Menteri Lecornu dalam beberapa hari ke depan untuk menyampaikan tuntutan.

Pemerintah menegaskan aspirasi serikat pekerja akan menjadi bagian penting dari konsultasi yang sedang berlangsung.

Aksi pada tanggal 18 September ini menyusul gelombang protes “Block Everything” pekan lalu yang melibatkan hampir 197.000 orang.

Gelombang unjuk rasa terjadi di tengah meningkatnya ketegangan politik setelah mantan Perdana Menteri Bayrou kalah dalam mosi percaya di parlemen.

Negara Prancis sekarang menghadapi tantang besar dalam pembahasan anggaran, dengan defisit mencapai 5,8% dari PDB dan utang publik sebesar 113%.

Presiden Emmanuel Macron menunjuk Sebastien Lecornu sebagai perdana menteri baru untuk memimpin konsultasi politik dan membentuk pemerintahan.

Baca juga: Lagu Tabola Bale, Viral Menjadi Soundrack di Negara Upin&Ipin