Donald Trump Tutup Ruam Merah di Lehernya dengan Dandanan sempat Mencuri Perhatian

Donald Trump Tutup Ruam Merah di Lehernya dengan Dandanan sempat Mencuri Perhatian

Donald Trump tutup ruam merah di lehernya dengan dandanan sempat mencuri perhatian

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tutup ruam berkerak di lehernya dengan makeup, sejari setelah kondisi itu sempat ramai di publik dalam upacara Medal of Honor.

Sebelumnya, Donald Trump terlihat hadir di acara publik dengan ruam merah yang cukup terlihat jelas di sisi kanan lehernya.

Foto dari upacara Medal of Honor di Gedung Putih pada Senin 2 Maret 2026 menunjukkan ruam besar dan berkerak yang membentang dari belakang telinga sampai garis rambut.

Dokter Gedung Putih, Sean Barbalella, sebelumnya menjelaskan bahwa Donald Trump menggunakan krim yang umum dipakai sebagai perawatan kulit pencegahan di area tersebut.

Ia juga mengatakan perawatan itu akan digunakan selama satu minggu dan kemerahan diperkirakan bertahan beberapa pekan.

Selasa 3 Maret, Trump menggelar pertemuan di Oval Office dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz, kemerahan di lehernya tampak jauh berkurang dan diduga telah ditutup oleh makeup.

Donald Trump sebelumnya juga diketahui pernah menggunakan makeup untuk menyamarkan memar yang sering muncul di punggung tanggannya.

Sejak bulan Februari 2025, ia beberapa kali terlihat memiliki memar besar di tangan kanan kadang terlihat jelas, kadang juga tertutup makeup.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt pernah menanggapi spekulasi tersebut pada Februari 2025 dengan mengatakan memar itu muncul karena Donald Trump “trus bekerja dan berjabat tangan sepanjang hari.”

Lanjut, beberapa bulan kemudian, Juli 2025, Barbabella menambahkan bahwa memar itu konsisten dengan iritasi jaringan lunak ringan akibat sering berjabat tangan serta penggunaan aspirin sebagai bagian dari pencegahan kardiovaskular standar.

Baca juga: Iran serang kapal Tanker yang nekat lewat Selat Hormuz, milik siapa?