Internasional

Dua Pelajar dan Satu Aparat Tewas, Venezuela Dilanda Kerusuhan Massal

Dua Pelajar dan Satu Aparat Tewas, Venezuela Dilanda Kerusuhan Massal

Dua mahasiswa dan satu petugas Garda Nasional Venezuela tewas ditembak dalam sebuah aksi massa berubah rusuh, Rabu (19/4/2016) waktu setempat atau Kamis ini WIB.

Massa menggelar aksi protes untuk menenteng pemerintahan kiri Presiden Nicolas Maduro di tengah krisis ekonomi yang mendera negara itu, seperti dilaporkan Reuters, Kamis (20/4/2017) ini.

Ratusan ribu orang turun ke jalan. Para pendukung dan simpatisan kubu oposisi menggelar aksi di Caracas dan kota-kota lain di negara itu dalam apa yang disebut “induk dari semua pawai”.

Pasukan keamanan menembakkan gas air mata di bagian barat ibukota dan seorang remaja yang tertembak di kepala dekat demonstrasi anti pemerintah tewas sewaktu menjalani pembedahan.

Sementara itu kantor berita Associated Press melaporkan, kejaksaan langsung melakukan penyelidikan atas situasi penembakan seorang anak laki-laki Carlos Moreno.

Menurut seorang saksi, Moreno terkena tembakan dari milisi loyalis Maduro. Saksi lain mengatakan, dia diserang ketika berjalan pulang dari pertandingan sepak bola.

Kematian Moreno merupakan yang kedelapan akibat demonstrasi massal yang telah digelar dalam hampir tiga minggu.

Di Washington DC, pejabat pemerintah AS khawatir pemerintah Venezuela sedang menekan oposisi.

“Kita prihatin pemerintah melanggar konstitusinya sendiri dan tak mengizinkan oposisi untuk menyalurkan suara mereka atau berkumpul sebagai cara untuk mengekspresikan pandangan rakyat Venezuela,” kata Menlu AS, Rex Tillerson, Rabu di Washington DC.

Pasukan keamanan menembakkan gas air mata ke arah demonstran anti-pemerintah di Caracas, Venezuela, Rabu (19/4/2017). Awalnya unjuk rasa damai, lalu rusuh sehingga tiga orang tewas hari itu :

Maduro mengatakan, di bawah fasad yang damai, demonstrasi tersebut tidak lebih dari upaya oposisi untuk memicu sebuah kudeta untuk mengakhiri sosialisme di Venezuela.

Pihak oposisi mengatakan, Maduro telah berubah menjadi seorang diktator dan menuduh pemerintahnya menggunakan warga sipil bersenjata untuk menyebarkan kekerasan dan ketakutan.

Kubu oposisi menyalahkan jatuhnya korban jiwa akibat ulat pasukan keamanan dan terduga kelompok-kelompok paramiliter atau milisi.

Lebih dari 400 orang ditangkap saat demonstrasi pada hari Rabu, kata kelompok hak asasi manusia, Penal Forum.

Pihak oposisi menyerukan sebuah aksi demonstrasi lagi pada hari Kamis ini, yang membuat situasi semakin tidak menentu dan tak berkesudahan di Venezuela.

“Di tempat yang sama, waktu yang sama,” kata pemimpin oposisi Henrique Capriles, Rabu malam atau Kamis siang WIB.

“Jika hari ini kita berjumlah jutaan orang hari ini, besok kita akan bawa yang lebih banyak lagi,” katanya.

 

 

 

 

Sumber berita Dua Pelajar dan Satu Aparat Tewas, Venezuela Dilanda Kerusuhan Massal : kompas.com

Mister

Recent Posts

Mantan Anggota TNI di Cakung Dibacok Tetangga, Kepala Terluka

Mantan anggota TNI di Cakung dibacok tetangga, kepala terluka Masalah soal renovasi rumah berakhir dengan…

39 menit ago

Ceramah Habib Alwi Assegaf Diprotes, Inilah Sindiran Sekjen MUI

Ceramah Habib Alwi Assegaf diprotes, inilah sindiran Sekjen MUI Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah…

13 jam ago

700 BUMN Merugi di Era Prabowo, Penutupan Ditargetkan 2026

700 BUMN Merugi di era Prabowo, Penutupan ditargetkan 2026 Presiden Prabowo Subianto berencana penutupan jumlah…

14 jam ago

Andre Taulany dan Amanda Rigby Romantis Saat Liburan di Italia

Andre Taulany dan Amanda Rigby romantis saat Liburan di Italia Andre Taulany kembali ramai setelah…

22 jam ago

Dedi Mulyadi Serukan Resolusi Jihad Anggaran di Hari Santri 2026

Dedi Mulyadi srukan Resolusi Jihad anggaran di Hari Santri 2026 Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi…

22 jam ago

Puan Minta Balita Jadi Prioritas Penanganan Bencana Karhutla

Puan minta balita jadi prioritas penanganan bencana Karhutla Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah…

1 hari ago

This website uses cookies.