Eropa menolak kirim kapal perang ke Strait of Hormuz, meski Trump memperingatkan NATO bisa
Negara-negara Eropa menolak mengirim kapal perang ke Strait of Hormuz, meskipun Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa NATO bisa menghadapi “masa depan yang sangat buruk” jika para anggotanya tidak membantu membuka kembali jalur laut tersebut.
Jerman menegaskan tidak akan ikut dalam operasi militer apa pun. Kenselir Friedrich Merz mengatakan tidak pernah ada kesepakatan bersama mengenai kemungkinan intervensi.
Merz juga menilai perubahan pemerintahan di Iran mungkin diperlukan, namun serangan militer bukan solusi.
“Rezim Iran ini harus diakhiri… tetapi membomnya hingga tunduk kemungkinan besar bukanlah pendekatan yang tepat.”
Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menyatakan konflik tersebut bukan perang Eropa.
“Ini bukan perang kita, kita tidak memulainya. Apa yang diharapkan Donald Trump dari segelintir fregat Eropa di Selat Hormuz yang tidak dapat ditangani oleh angkatan laut AS yang perkasa sendiri?”
Perdana Menteri Keir Starmer juga menegaskan Inggris tidak ingin “terlihat dalam perang yang lebih luas”.
Meskipun begitu, London tetap mencari solusi agar tetap jalur pelayaran viral tersebut bisa dibuka kembali.
“Pada akhirnya, kita harus membuka kembali Selat Hormuz untuk memastikan stabilitas di pasar minyak. Itu bukan tugas yang muda,” katanya.
Lanjut, beberapa negara Eropa menekankan jalur diplomasi untuk mengatasi krisis tersebut.
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.