Eropa menolak kirim kapal perang ke Strait of Hormuz, meski Trump memperingatkan NATO bisa
Negara-negara Eropa menolak mengirim kapal perang ke Strait of Hormuz, meskipun Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa NATO bisa menghadapi “masa depan yang sangat buruk” jika para anggotanya tidak membantu membuka kembali jalur laut tersebut.
Jerman menegaskan tidak akan ikut dalam operasi militer apa pun. Kenselir Friedrich Merz mengatakan tidak pernah ada kesepakatan bersama mengenai kemungkinan intervensi.
Merz juga menilai perubahan pemerintahan di Iran mungkin diperlukan, namun serangan militer bukan solusi.
“Rezim Iran ini harus diakhiri… tetapi membomnya hingga tunduk kemungkinan besar bukanlah pendekatan yang tepat.”
Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menyatakan konflik tersebut bukan perang Eropa.
“Ini bukan perang kita, kita tidak memulainya. Apa yang diharapkan Donald Trump dari segelintir fregat Eropa di Selat Hormuz yang tidak dapat ditangani oleh angkatan laut AS yang perkasa sendiri?”
Perdana Menteri Keir Starmer juga menegaskan Inggris tidak ingin “terlihat dalam perang yang lebih luas”.
Meskipun begitu, London tetap mencari solusi agar tetap jalur pelayaran viral tersebut bisa dibuka kembali.
“Pada akhirnya, kita harus membuka kembali Selat Hormuz untuk memastikan stabilitas di pasar minyak. Itu bukan tugas yang muda,” katanya.
Lanjut, beberapa negara Eropa menekankan jalur diplomasi untuk mengatasi krisis tersebut.
Anggaran program MBG sentuh US$4,24 miliar per April 2026 Nilai yang sangat pantastis itu langsung…
Tas branded Sandra Dewi hasil sitaan korupsi terjual cepat Tas yang dilelang berasal dari brand…
Jurnalis Indo bakal dapat perlindungan dari Kementerian HAM Langkah ini menjadi perhatian karena termasuk keamanan…
Review film "Keluarga suami adalah hama" yang bikin emosi Film “Keluarga Suami Adalah Hama” resmi…
Rifky Alhabsyi akhirnya punya anak setelah 9 tahun menunggu Istri dari artis Rifky Alhabsyi, Yulia…
Kabar mengejutkan Bunda Corla dipecat dari kerjanya di Jerman Kabar ini mulai ramai setelah sejumlah…
This website uses cookies.