Fahri Hamzah Tag Akun Jokowi, Sia-sia Sibuk Perbaiki Nama dengan Bebaskan ABB

Fahri Hamzah Tag Akun Jokowi, Sia-sia Sibuk Perbaiki Nama dengan Bebaskan ABB

Fahri Hamzah Tag Akun Jokowi, Sia-sia Sibuk Perbaiki Nama dengan Bebaskan ABB

Nama Abu Bakar Ba’asyir kembali mengemuka setelah terpidana kasus terorisme itu dinyatakan sakit dan mesti mendapat perawatan.

Berawal dari pertemuan Menhan Ryamizard dengan putra Abu Bakar Baasyir, Abdul Rochim Baasyir di Kompleks Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Cemani, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Selasa (27/2/2018) kemarin.

Pada pertemuan tersebut, Menhan menanyakan kondisi dan kesehatan Abu Bakar Baasyir.

Pertemuan itu pun dijadikan kesempatan bagi keluarga Baasyir untuk memohon pemerintah mengabulkan permintaan membebaskan orangtuanya, dengan harapan agar bisa dirawat oleh keluarga. Sebab, usia Baasyir saat ini sudah uzur, yakni 80 tahun.

“Karena kaki beliau bengkak, mau jalan juga sulit dan sebagainya. Kalau di penjara itu usia sudah tua tentu tidak akan mendapat pelayanan kesehatan yang sesuai yang diharapkan. Untuk itu, keluarga berharap alangkah baiknya Ustaz Abu Bakar dikembalikan kepada keluarga supaya mendapatkan perawatan yang diharapkan,” ujar Abdul.

Momen saat Abu Bakar Ba'asyir tiba di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, Kamis (1/3/2018).
Momen saat Abu Bakar Ba’asyir tiba di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, Kamis (1/3/2018). (Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom)

Sebagai bentuk rasa simpati, sejumlah pihak pun akhirnya mendesak Presiden Jokowi untuk memberikan grasi terhadap Abu Bakar Baasyir.

“Dengan menimbang banyak hal, jika Presiden Jokowi dapat bermurah hati sebagai pemimpin kemudian mau mengabulkan permohonan keluarga Ustaz Baasyir, tentu akan sangat positif bagi citra beliau sebagai Presiden,” kata Peneliti terorisme dari the Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, Rabu (28/2/2018).

Permintaan agar Presiden Jokowi memberikan grasi kepada Abu Bakar Baasyir juga diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin.

Fraksi PKS pun menyambut baik usulan Maruf Amin tersebut.

“Usul Kiai Ma’ruf ini sangat simpatik utamanya menimbang rasa kemanusiaan atas kondisi kesehatan Abu Bakar Ba’asyir yang secara usia sudah sangat sepuh, berada dalam penjara dengan ruang gerak sangat terbatas sehingga menyebabkan sakit akut dan perlu perawatan khusus,” kata Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini kepada wartawan, Kamis (1/3/2018).

Kasus Muslim Cyber Army, Fahri Hamzah Tag Akun Jokowi, 'Urus HRS aja Gak Sanggup'
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Bahkan, kata Jazuli, akan lebih baik lagi bila Jokowi memberikan amnesti atau penghapusan hukuman atas tindak pidana terorisme yang ditetapkan kepada Ba’asyir.

Namun pendapat yang sedikit berbeda disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. Menurut Mantan politisi PKS ini, Jokowi sedang memperbaiki citranya di mata umat Islam Indonesia.

Namun, kata Fahri, hal itu sia-sia saja. Sebab, di sisi lain Jokowi dianggap kerap menyerang kelompok agama.

“Pak @jokowi sibuk memperbaiki nama dengan membebaskan ABB segala dan dikasi berobat setelah lama kezaliman kepada orang tua itu diabaikan bertahun2. tetapi di bawah #HateSPEECH kepada kelompok agama terus direproduksi oleh aparat negara. Ini kan sia2 saja. Cc: @BIN_Official,” kata Fahri lewat akun Twitter-nya, @Fahrihamzah.

“Pemerintah sekarang ini Gak tahu cara bikin tenang orang Islam, pasti juga Gak akan bIkin tenang yang kain. Sebab kalau orang Islam gelisah pasti semua gelisah. Satu sisi ingin obral tapi di bawah jual mahal. Ya Gak selesai2 sampai pemilu. Urus HRS aja Gak sanggup. @jokowi

Kita Pengen bantu tapi motif kita sudah beda sih. Ada yg memandang Islam dengan frame melawan teroris warisan pemerintahan BUSH tapi kita sendiri bangsa Indonesia banyak yang tidak berani percaya kepada diri sendiri. Agama dianggap beban. Beragama dianggap ancaman. Payah!

Terus saja gitu deh, memantik kecurigaan kepada Islam di Indonesia saya Gak paham deh ini kerjaan siapa. Tapi itu kebodohan yang berbahaya. Sampai orang harus menghafal #Pancasila dan #CintaTanahAir dalam ibadah suapaya pemerintah menerima itu sdh gila!

Islam macam apa yang kalian inginkan? Apa mau seperti Attaturk? Apa mau Azan diganti bahasa Indonesia? Assalamualaikum diganti selamat pagi? Apa mau sholat pakai baca pembukaan UUD45? Apa sih maunya? Susah betul memahami bahwa Yang bodoh itu ya pemerintah.

Image result for Abu Bakar Ba’asyir tiba di RS Cipto Mangunkusumo

Kata alghazali ada tipe manusia yang tidak punya pengetahuan dan tidak paham bahwa dia Gak punya pengetahuan… (Rojulun Laa Yadri wa Laa Yadri Annahu Laa Yadri). Bahaya kalau dalam pemerintahan banyak yang begini. Mereka bikin rusak bukan memperbaiki.

Ayolah, jangan dekati ulama menjelang pemilu. Belajarlah Islam, belajarlah memahami pesan agama tanpa motif politik. Sampailah pada makrifat sehingga kita jadi orang baik. Itu lebih penting dari yang lain. Mari kita lihat agama dengan cara agama.

Berhentilah bawa paham musuh dalam cara kita membaca diri. Musuh adalah musuh. Mereka tidak punya niat baik untuk kita. Kembalilah dalam pelukan bangsa dan lihatlah apa yang kita punya secara dewasa. Itukah kita sejak semula. Lawan penyusupan!

Jika hari kita bersih, niat kita tulus untuk membantu bangsa ini, jangankan manusia, alam semesta ini akan berkonspirasi memudahkan jalan kita. Itu janji Tuhan yg maha kuasa. Maka, mulailah dari perbaiki niat. Niat untuk membela agama. Itulah Pancasila.

Jangan dibalik, orang beragama dianggap anti Pancasila. Sampai orang harus membuktikan dengan menghafal Pancasila saat lagi ibadah kan ini keterlaluan. Agama dan negara jangan diadu untuk saling meniadakan. Gak akan ada yang menang. Ini pekerjaan musuh. Waspadalah,” demikian rentetan panjang cuitan Fahri Hamzah terkait hal ini.

Untuk informasi, Presiden Jokowi askhirnya menyetujui Abu Bakar Baasyir diawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM), Jakarta.

Keputusan Jokowi tersebut dengan mempertimbangkan sisi kemanusiaan, meskipun Baasyir saat ini menjadi terpidana kasus terorisme.

“Ya ini kan sisi kemanusiaan yang juga untuk semuanya. ‎Kalau ada yang sakit, tentu saja kepedulian kita untuk membawa ke rumah sakit untuk disembuhkan,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/3/1018).

Sementara, terkait grasi yang pernah disampaikan Ketua MUI Ma’ruf Amin‎, Jokowi mengaku belum memutuskannya karena belum ada permohonan secara tertulis.

“Sampai saat ini belum ada, belum ada surat yang masuk kepada saya,” ujar Jokowi.

 

(Baca juga: FAHRI HAMZAH PROTES POLRI GARA-GARA PAKAI ISTILAH MUSLIM CYBER ARMY)

 

Sumber Berita Fahri Hamzah Tag Akun Jokowi, Sia-sia Sibuk Perbaiki Nama dengan Bebaskan ABB : Jurnalpolitik.id