Gen Z berbondong-bondong minum jamu untuk melepas penat
Minum jamu selain untuk menjaga kesehatan, tradisi ini dianggap sebagai cara melepas penat yang tetap menyenangkan.
Banyak anak Gen Z memosting momen minum jamu atau open table jamu memperlihatkan anak muda memesan beras kencur, kunyit asam, hingga brotowali dari penjual keliling.
Rasa pedas hangat, asam segar dan pahit pun menjadi bagian pengalaman sosial Gen Z.
Video-video yang ramai tersebut berhasil menarik perhatian netizen, bahkan ada yang ditonton ratusan ribu penonton.
“Jamu itu beneran enak banget. Rasanya minuman paling pas aja di aku. Favoritku kunir asem sama beras kencur, terbaik itu dua, ditambah sensasi jahe anget di akhir, the best pokoknya,” katanya.
Ia juga merasa jamu lebih cocok untuk tubuhnya dibandingkan minuman populer di kalangan anak muda.
“Aku tuh Gen Z yang nggak bisa minum kopi, kalau kena kopi perutku nggak enak…” ungkapnya.
Ia juga mengaku sinsitif terhadap minuman beralkohol rendah.
“Memang sangat tidak Gen Z gaul,” tambahnya.
Seorang Sumiati yang berumur 65 tahun, pedagang jamu keliling di Pancoran, turut merasakan dampaknya.
Ia menyebut pelanggan mudanya semakin banyak dan sekarang akrab dengan menu kunir asem dan beras kencur.
Menurutnya, jamu yang diracih dari rempah asli penting untuk menjaga kesehatan.
Baca juga: Wardatina Mawa ungkap suaminya selingkuh dengan artis inisial IR

