Gen Z lebih baik ngekos dibanding ambil KPK, begini tanggapan Fahri Hamzah
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, menyatakan bahwa kecenderungan generasi muda yang lebih memilih menyewa tempat tinggal dibandingkan membeli rumah bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi tren di berbagai kota besar di dunia.
Hal tersebut ia sampaikan setelah menghadiri kegiatan di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan di Makassar pada Jumat 6 Maret 2026.
Menurutnya, gaya hidup Generasi Z yang lebih fleksibel membuat mereka cenderung memilih ngekos atau mengontrak rumah.
Ia menjelaskan bahwa fenomena menyewa tempat tinggal merupakan hal yang umum di wilayah perkotaan.
Bagi orang yang sedang berada dalam fase transisi karier, menyewa tempat tinggal dianggap lebih praktis dibandingkan memiliki rumah sendiri.
Fahri juga menilai tingginya minat sewa di kalangan Gen Z juga dipengaruhi oleh tuntutan pekerjaan.
Generasi yang lahir pada pertengahan 1990-an hingga 2010-an ini umumnya memiliki mobilitasi tinggi dan sering berpindah tempat kerja, sehingga kepemilikan rumah justru bisa membatasi pergerakan mereka.
Melihat kondisi tersebut, ia mendorong pemerintah daerah di kota-kota besar untuk mulai menyesuaikan kebijakan dengan menyediakan pasar sewa properti yang lebih terorganisir dan terjangkau.
Menurutnya, jika pemerintah ingin meningkatkan kualitas hunian di perkotaan, pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada kepemilikan rumah, tetapi juga pada pemanfaatan melalui sistem sewa.
Ia juga menambahkan bahwa pasar sewa harus dipersiapkan sebagai alternatif hunian.
Sebagai contoh, ia menyebut sistem sewa yang berkembang di New York City di United States yang dinilai berhasil mengelola kebutuhan perumahan di kawasan perkotaan.

