Gubernur Kaltim Klarifikasi Kena Sindir Prabowo Subianto Soal Beli Mobil 8 Miliar
Menanggapi sorotan Presiden Prabowo Subianto soal penggunaan mobil dinas kepala daerah bernilai miliaran rupiah, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya klarifikasi.
Ia memastikan kendaraan dinas yang sempat jadi masalah telah dikembalikan ke aset daerah.
Rudy menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap semangat efisiensi anggaran yang ditekankan pemerintah pusat.
Ia juga menekankan bahwa ke depan, penggunaan fasilitas akan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.
“Kita pakai kendaraan yang ada saja,” kata Rudy.
Menurutnya, keputusan ini dimabil agar anggaran daerah bisa lebih difokuskan pada kebutuhan yang lebih prioritas dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, sorotan terhadap mobil dinas mewah ini ramai setelah Presiden Prabowo ditemui awak media setelah pelaksanaan salat Idulfitri pada Sabtu 21 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menegaskan pentingnya efisiensi anggaran di tingkat daerah.
Sebelumnya, dalam sebuah forum diskusi bersama sebagai pakar lintas bidang, termasuk jurnalis Nadwa Shihab, Prabowo juga sempat menyinggung adanya kepada daerah yang menganggarkan mobil dinas hingga Rp 8 miliar.
“Saya akan pakai Maung Bandung, itu cuma sekitar Rp 800 juta,” sindir Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut langsung ramai netizen dan membuat respons cepat dari sejumlah daerah termasuk Kalimantan Timur.
Rebecca effort ke Belgia demi beri kejutan spesial ultah Jennifer Di tengah momen perayaan di…
Eks Dirut KBS resmi jadi tersangka kasus korupsi pakan fiktif Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur…
Puan ketuk palu, RUU Surga Investasi PFII resmi sebagai UU DPR RI telah resmi menyepakati…
Gerindra nilai Hotman tak etis seret Prabowo ke ranah hukum Partai Gerindra menegaskan Presiden RI…
Nanik S mundur dari kepala BGN, demi pemulihan kesehatannya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik…
Yudi Purnomo bongkar kecurigaan soal fasilitas khusus Hotman Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, meminta…
This website uses cookies.