Nasional

Gunakan Pewarna Belau, Produsen Ekstasi Palsu Digerebek Polisi

Gunakan Pewarna Belau, Produsen Ekstasi Palsu Digerebek Polisi

Industri rumahan pembuat pil ekstasi palsu di Tamansari, digerebek Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat. Dalam penggerebekan, polisi menangkap dua tersangka yakni HB (36) dan SA (40).

”Orang yang kami tangkap diduga sebagai pekerja,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Heryadi dalam keterangannya, Senin (25/3).

Sementara Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz menjelaskan, penggerebekan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat. Dari sana polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan menyamar sebagai pembeli lalu melakukan transaksi di kawasan Tanah Sareal, Tambora.

Barang bukti yang diamankan oleh polisi saat menggrebek rumah produksi pil ekstasi.

“Kemudian anggota melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka dan ditemukan 1 paket besar berisi diduga pil ekstasi palsu yang berisi 3 paket 225 butir yang disimpan di selipan celana yang dikenakan tersangka,” jelas Erick.

Dari keterangan tersangka, mereka mengaku bahan pembuat ekstasi palsu ini terdiri dari parasetamol, bodrex, napasil, dan pewarna pakaian jenis Belau.

“Dalam pengerjaannya, mengulek atau mencampur bahan-bahan tersebut adalah tersangka HB, Sedangkan yang mencetak pakai spidol adalah tersangka SA” kata Erick.

Dari penggerebekan, polisi mengamankan barang bukti antara lain 225 butir ekstasi diduga palsu, 1 buah cangklong bekas pakai, 9 unit ponsel, 1 buah dompet, 1 buah ulekan penghancur, 1 buah wadah pembuat diduga ekstasi, dan 1 bungkus belau
Dari uji teskip, diketahui pil tersebut tak memiliki kandungan narkotika di dalamnya. Sehingga dapat dipastikan pil tersebut palsu.

Barang bukti yang diamankan oleh polisi saat menggrebek rumah produksi pil ekstasi.

Atas perbuatan mereka, pelaku dijerat UU Kesehatan Pasal 196 subsidair Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Di kesempatan yang sama, Deputi Penindakan BPOM RI, Dadan mengatakan, beredarnya ekstasi palsu ini merupakan pelanggaran dalam kesediaan farmasi yang dibuat secara ilegal.

“Bahan pembuat ekstasi tersebut diantaranya paracetamol, bodrex, neo napasil, dan Belau. Jika dicampur tanpa aturan akan menimbulkan efek yang membahayakan, seperti contoh, parasetamol jika dikonsumsi secara berlebihan atau tidak sesuai dengan aturan yang ada akan menimbulkan efek kerusakan pada ginjal, hati, dan gangguan gagal jantung,” jelasnya.

Sedangkan zat pewarna pakaian jenis Belau yang digunakan bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal dan hati

“Adanya temuan ini merupakan yang pertama kalinya kami ketahui. Jangankan pil ekstasi yang palsu, yang aslinya saja sudah sangat membahayakan bagi kesehatan si pengonsumsi,” jelasnya.

 

 

Baca juga : Polisi Ungkap Masuknya Yaba, Sabu Jenis Baru Dikemasan Abon Teri Medan

 

 

Sumber berita Gunakan Pewarna Belau, Produsen Ekstasi Palsu Digerebek Polisi : kumparan

Mister

Recent Posts

Malaysia Hubungi Prabowo Soal Karhutla, Ini Kata Menko Polkam

Malaysia hubungi Prabowo soal Karhutla, ini kata Menko Polkam Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan…

19 menit ago

Cristiano Ronaldo terancam Skorsing usai Keluar Timnas Portugal

Cristiano Ronaldo terancam skorsing usai keluar timnas Portugal Cristiano Ronaldo terancam menghadapi hukuman disiplin setelah…

1 jam ago

Anak Panti Asuhan Tetap akan Dapat MBG, Ini Kata Kepala BGN

Anak panti asuhan tetap akan dapat MBG, ini kata Kepala BGN Kepala Badan Gizi Nasional…

10 jam ago

Yosika Ayumi Bongkar Kehidupan di Rumah Soimah usai Menikah

Yosika Ayumi bongkar kehidupan di rumah Soimah usai menikah Selebgram Yosika Ayumi membagikan cerita tentang…

10 jam ago

Asap Karhutla Meluas ke Malaysia, Anwar Ibrahim kontak Prabowo

Asap Karhutla meluas ke Malaysia, Anwar Ibrahim kontak Prabowo Kabut asap akibat kebakaran hutan dan…

12 jam ago

Nama Betrand Peto Viral Usai Video Dugem Viral, Ini Katanya

Nama Betrand Peto viral usia video dugem viral, ini katanya Beredarnya video lama yang menyeret…

1 hari ago

This website uses cookies.