Harga BBM Australia meroket tinggi akibat konflik di Timur Tengah
Harga bahan bakar minyak (BBM) di Australia melonjak tinggi dalam beberapa dekade pada pekan lalu, akibat konflik di Timur Tengah.
Moroketnya harga BMM mendorong pemerintah Australia untuk mempertimbangkan berbagai langkah mitigarasi, termasuk pemangkasan pajak jalan serta kebijakan lain guna meringankan beban rumah tangga dan pelaku usuha.
Harga BBM di Australia rata-rata solar menembus lebih dari A$2,82 (sekitar US$1,93) per liter, sementara bensin mendekati A$2,40 per liter.
Keduanya menjadi level tertinggi setidaknya dalam 20 tahun terakhir.
Kondisi lebih berat dirasakan di wilayah pedesaan seperti Northern Territory, di mana harga BBM tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Situasi ini menjadi tekanan tambahan bagi sektor pertanian dan industri transportasi jarak jauh.
Tetapi di sisi lain, tanda-tanda kelangkaan mulai mucnul. Ratusan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dilaporkan mengalami kekurangan pasokan dalam beberapa hari terakhir.
Perdana Menteri Anthony Albanese menyatakan bahwa pasokan BBM masih aman untuk jangka pendek.
Para pemimpin pemerintah pusat dan negara juga melakukan koordinasi untuk menjaga stabilitas pasokan serta mencari cara menekan harga BBM.
“Perang di Timur Tengah ini membawa dampak besar bagi ekonomi global, dan masyarakat Australia ikut menanggung konsekuensinya,” kata Chalmers di Canberra.

