Indonesia Masih Sibuk Tangkapi, Australia Kuasai Pasar Ganja Dunia

Indonesia Masih Sibuk Tangkapi, Australia Kuasai Pasar Ganja Dunia

Indonesia Masih Sibuk Tangkapi, Australia Kuasai Pasar Ganja Dunia

Akhir-akhir ini Polres Jakarta Barat berhasil mengungkap 1,3 ton ganja yang akan dikirim dari Aceh ke Jakarta.

Ganja tersebut diangkut menggunakan truk yang dimodifikasi. Para pelaku juga menutupi ganja dengan tumpukan arang untuk mengelabui petugas.

Dari kasus terakhir ini menandakan pasar ganja di Indonesia cukup besar terutama untuk rekreasi.

Ada juga kasus ganja yang menimpa Fidelis, yang ditahan karena berusaha menyelamatkan nyawa istrinya, karena seluruh usahanya mengobati istrinya lewat Rumah Sakit dan dokter tidak mengalami kesembuhan. Setelah fidelis mempraktekan pengobatan ganja yang dipelajarinya dari internet membuahkan hasil, istrinya mulai membaik, malang fidelis tertangkap, dan kemudian pengobatan terhadap istrinya dengan ganja berhenti, tidak lama kemudian istrinya meninggal, Fidelis pun divonis 6 bulan penjara.

Baca : Inilah Nota Pembelaan Fidelis di Kasus Tanam Ganja Demi Nyawa Istri

Memang tidak salah aparat hukum di negara kita menangkapi dan menyerahkan nya ke pengadilan karena sudah sesuai dengan hukum dan UU Narkotikia yang berlaku.

Namun bagi banyak orang tidak mengetahui bagaimana sejarahnya ganja itu sampai digolongkan narkotika dan dilarang oleh banyak negara. Tetapi berkat kemajuan internet segala informasi pun bisa didapatkan. Jadi cerita singkatnya dulu adalah karena oknum legislatif di Amerika Serikat yang berkolusi dengan mafia Alkohol dan juga Pabrik-pabrik Obat-obatan kimia yang mendiskreditkan ganja sebagai narkotika berbahaya. Nah jadilah UU nya meluas ke semua negara termasuk Indonesia.

Namun sekarang di Amerika Serikat sendiri di beberapa negara bagian nya seperti Oregon, Colorado, Kanada, California dan lainnya sudah melegalkan, terutama untuk pengobatan.

Begitu pula negara-negara seperti Belanda, Jerman, Argentina, Siprus, Ekuador, Meksiko, Peru, Swiss, Spanyol, Belgia, Ceko, Brazil, Chili, Uruguay, Paraguay, Kolombia, Australia pun sudah melegalkan, bahkan Industri ganja sudah mulai dilirik para investor karena merupakan sebuah industri yang sangat prospek dan bermanfaat besar.

Industri ganja di California

Australia Berambisi Kuasai Pasar Ganja untuk Pengobatan

Pasar ganja untuk pengobatan di Australia akan semakin berkembang, setelah pemerintah pusat Australia mengizinkan ekspor obat dengan bahan baku ganja.

Penggunaan Obat Berbahan Ganja:

Peraturan saat ini yang mencegah ekspor ganja untuk dibuat bahan pengobatan akan diubah
Pemerintah Australia memiliki ambisi kuat untuk industri ganja bagi pengobatan yang berkembang
Menteri Kesehatan Australia mengatakan “ada lebih dari cukup” bagi konsumen Australia dan internasional
Langkah ini bertujuan untuk menciptakan pasar yang lebih besar untuk obat-obatan yang diproduksi di Australia, sehingga jumlah pasokan bagi pasien Australia lebih stabil dan aman.

Ini juga dianggap sebagai langkah bisnis yang pintar, dengan ambisi Australia untuk menjadi produsen terbesar produk obat-obatan berbahan ganja di dunia.

“Ini sebenarnya adalah langkah yang sangat penting bagi pasien domestik dan pasokan domestik kami,” kata Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt.

“Lewat mengetahui mereka memiliki pasar di Australia dan pasar internasional, yang meningkatkan kemungkinan pertumbuhan dan produksi di Australia.”

Peraturan saat ini yang mencegah ekspor produk ganja untuk pengobatan akan diubah, setelah parlemen kembali di bulan Februari.

Perubahan tersebut akan mencakup perawatan berbasis ganja seperti minyak, patch (obat yang ditempel di badan), semprotan, pelega tenggorokan, serta tablet yang berpotensi meredakan rasa sakit atau gejala sejumlah penyakit.

Pemerintah Australia memiliki ambisi yang tinggi untuk industri yang sedang berkembang.

“Kami ingin menjadi pemasok obat berbahan ganja nomor satu di dunia,” kata Greg.

Ia mengatakan kemungkinan akan ada pasokan “lebih dari cukup” untuk pasien Australia maupun konsumen internasional.

“Salah satu syarat dari lisensi untuk ekspor adalah produk obat berbahan ganja tersedia untuk pasien di Australia terlebih dahulu,” tambahnya.

“Sektor ini sepenuhnya mendukung hal itu. Pasien Australia menjadi prioritas.”

Pemerintah tak hambat penggunaan ganja untuk obat
Jumlah pasien yang mendapat ganja untuk pengobatan telah dibatasi sejak parlemen Australia mengeluarkan undang-undang yang mengizinkan penggunaannya di tahun 2016.

Para advokat menemukan banyaknya keengganan para dokter untuk memberikan resep, serta adanya aturan khusus yang harus dilakukan dokter, menjadi sejumlah rintangan untuk menggunakan obat berbahan ganja lebih luas.

Tapi Menkes Greg membantah kritikan tersebut, dengan menyebutkan adanya “peningkatan yang progresif” dalam jumlah resep.

“Sekarang tidak ada hambatan dari pemerintah sama sekali untuk mendapat ganja dengan tujuan pengobatan,” katanya.

“Terserah kepada masing-masing dokter, pemerintah tak seharusnya ikut campur dalam praktik pemberian resep dokter secara individual.”

Ia mengatakan “bisa memahami” banyak dokter yang akan berhati-hati dengan obat yang baru saja disetujui untuk digunakan keperluan medis.

“Kami bekerja sama dengan Australian Medical Association dan College of GPs untuk memastikan bahwa para dokter memiliki informasi lengkap, sehingga mereka dapat memastikan apakah ini benar atau tidak untuk keperluan pasien mereka,” katanya.

 

 

Baca juga : Ingin Mengkonsumsi Ganja dengan Legal, Datanglah ke California AS

 

 

Sumber berita Indonesia Masih Sibuk Tangkapi, Australia Kuasai Pasar Ganja Dunia : detik.com