Ini tanggapan Dedi Mulyadi soal WNA Israel punya KTP Cianjur
Lagi viral di media sosial soal KTP atas nama seorang warga asing asal Israel yang tercatat berdomosili di Cianjur, Jawa Barat, Indonesia.
Tersebarnya KTP itu membuat berbagai pertanyaan. Narasi yang tersebar menyebut bahwa Aron Geller disebut-sebut sebagai WNA Israel yang ingin membeli tanah Cianjur atas namanya sendiri.
Bahkan juga, ada yang beredar bahwa dirinya dan sang istri telah memiliki paspor Indonesia.
Kemudian, Dedi Mulyadi pun langsung memastikan bahwa KTP yang mengatasnamakan Aron Geller itu palsu atau hasil rekayasa.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian kemudian memberikan penjelasan soal kabar tersebut
Wahyu menyebut pihaknya sudah melakukan pengecekan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Cianjur dan hasilnya tidak ditemukan data atas nama maupun NIK tersebut.
“Jadi kami sudah cross check baik sistem dan itu terkoneksi dengan sistem di nasional, baik menggunakan nama maupun NIK.” kata Wahyu Ferdian.
“Dan itu tidak ditemukan hasilnya, jadi KTP tersebut palsu,” sambungnya.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya,” katanya.
Selanjutnya, Wahyu menegaskan bahwa Disdukcapil Cianjur tidak pernah mengeluarkan KTP yang dimaksud.
Dedi Mulyadi juga menyebutkan bahwa sistem Disdukcapil sudah terintegrasi secara nasional, sehingga tidak mungkin ada data yang berbeda antarwilayah.
Guru Non-ASN mengadu ke DPR, minta kepastian nasib di 2027 Perwakilan guru non-ASN menyambangi Gedung…
Ramai alamat rumah Jennifer Coppen tersebar, ulah oknum Ojol Jennifer Coppen lagi menghadapi persoalan yang…
Indra Bruggman sukses jadi pengusaha, mau pensiun dari aktor? Nama Indra Bruggman sudah lama dikenal…
2 Anabul Inul Daratista hilang misterius, ternyata ada di lemari Inul Daratista heboh setelah dua…
KPK bongkar dugaan aliran uang, dua PNS Bea Cukai diperiksa Kasus dugaan korupsi dalam proses…
Alasan Raja Juli tak dampingi Prabowo Subianto cek Karhutla Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni akhirnya…
This website uses cookies.