Inilah Kisah yang Awalnya Mantan Sopir Bus Kini jadi Presiden Venezuela
Namanya Nicolas Maduro yang telah memimpin Venezuela dari sejak tahun 2013 setelah memenangkan pemilu dan menggantikan Hugo Chavez.
Ia lahir di Caracas pada tanggal 23 November 1962, Maduro pernah bekerja sebagai sopir bus sebelum terjun ke dunia serikat pekerja.
Karier politiknya berkembang di Partai Sosialis Bersatu Venezuela. Ia dikenal sebagai tokoh setia Chavez dan pendukung revolusi Bolivarian.
Maduro sempat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri pada tahun 2006, lalu diangkat menjadi Wakil Presiden sebelumnya terpilih sebagai presiden.
Masa kepemimpinannya dibayangi krisis ekonomi berat dan hiperinflasi yang berkepanjangan, membuat gelombang migrasi dan penurunan kesejahtraan masyarakat.
Amerika Serikat dan sekutunya menjatuhkan sanksi yang menurut Maduro menajdi penyebab utama krisis.
Ia menolak tuduhan pelanggaran demokrasi dan HAM, serta menyebut Venezuela tengah menghadapi “perang ekonomi”.
Maduro mempertahankan kekuasaannya berkat dukungan militer dan institusi negara, serta sokongan politik dari Rusia, China, dan Iran.
Para pendukungnya memandangnya sebagai simbol perlawanan terhadap campur tangan asing, sedangkan para pengkritik menilai pemerintahnya semakin otoriter.
Posisi Maduro kembali menjadi ramai setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Venezuela pada Sabtu 3 Januari 2026.
Ledakan itu dilaporkan terjadi di Caracas dan berbagai wilayah lain.
Presiden AS Donald Trump menyebut operasi tersebut berskala besar dan menyasar target-target militer serta keamanan.
5 Fakta link A Day in My Life, 20 video diproduksi juga tes HIV Kasus…
Calon suami selingkuh sama kakak hingga hamil, Gadis ini wafat Kabar duka datang dari akun…
Viral, MUI desa pemeran A Day In My Life diproses hukum Peredaran video “A Day…
Viral di X, A Day In My Life tanpa sensor diburu, Polisi bertindak Media sosial…
Erin Wartia bantah komentar sinis soal pernikahan Andre Taulany Nama Erin Wartia ikut terseret dalam…
Syekh Ibrahim Al-Madani tutup Usia, jadi Muadzin Masjidil Haram Kabar duka datang dari Tanah Suci…
This website uses cookies.