Iran tuduh Amerika Serikat siapkan serangan darat di tengah upaya diplomasi
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuduh Amerika Serikat diam-diam menyiapkan serangan darat, meski secara terbuka mendorong jalur negosiasi.
Pernyataan ini muncul di tengah pengerahan ribuan personel militer AS ke TImur Tengah dan eskalasi konflik yang terus meningkat.
“Pasukan kami sedang menunggu kedatangan tentara Amerika di lapangan untuk membakar mereka dan menghukum sekutu regional mereka sekali dan untuk selamanya,” kata Ghalibaf.
Iran juga menghadapi gangguan listrik di Teheran dan wilayah sekitarnya setelah serangan terhadap fasilitas energi.
Kementerian Energi menyebut pemadaman terjadi akibat serangan terhadap infrastruktur listrik, sementara pihak berwenang berupaya memulihkan pasokan.
Ketegangan meningkat seiring laporan bahwa Pentagon tengah menyiapkan operasi darat terbatas di Iran, termasuk kemungkinan serangan ke Pulau Kharg, pusat ekspor minyak, dan wilayah pesisir dekat Selat Hormuz.
Amerika Serikat juga mengirim ribuan pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 serta pasukan khusus seperti Rangers dan Navy SEAL, guna memperluas opsi militer.
Langkah ini terjadi di tengah tekanan Washington agar Teheran menyetujui kesepakatan damai.
Presiden Donald Trump bahkan memperpanjang tenggat hingga 6 April dan mengisyaratkan kemungkinan langkah lebih jauh.
“Mungkin kita akan merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita punya banyak pilihan,” kata Trump.
Anggaran program MBG sentuh US$4,24 miliar per April 2026 Nilai yang sangat pantastis itu langsung…
Tas branded Sandra Dewi hasil sitaan korupsi terjual cepat Tas yang dilelang berasal dari brand…
Jurnalis Indo bakal dapat perlindungan dari Kementerian HAM Langkah ini menjadi perhatian karena termasuk keamanan…
Review film "Keluarga suami adalah hama" yang bikin emosi Film “Keluarga Suami Adalah Hama” resmi…
Rifky Alhabsyi akhirnya punya anak setelah 9 tahun menunggu Istri dari artis Rifky Alhabsyi, Yulia…
Kabar mengejutkan Bunda Corla dipecat dari kerjanya di Jerman Kabar ini mulai ramai setelah sejumlah…
This website uses cookies.