Istri siri Habib Bahar sebut dirinya tidak pernah menerima nafkah layak
Dalam pondcats bersama dr Richard Lee yang juga dihadiri dengan sang ibu, Chairiah Alkatiri, Helwa Bachmid menyebut dirinya tidak pernah menerima nafkah layak sejak awal menikah.
Ia mengungkapkan bahwa Habib Bahar sering mengabaikan pesan ketika dirinya meminta uang untuk kebutuhan sehari-hari.
Helwa merasa keluarganya dipermainkan dan pernikahan mereka tidak dihargai.
Ibunya Helwa pun turut mengatakan situasi sulit yang mereka alami.
Ia mengatakan bahwa mereka pernah hanya makan nasi yang dicampur teh manis karena tidak memiliki bahan makanan lain.
Kondisi tersebut terjadi ketiak Helwa sedang mengandung dan sangat membutuhkan asupan gizi.
Helwa bahkan pernah mengirim foto kulkas yang kosong kepada Bahar sebagai bukti kondisi mereka.
Namun, respons yang diterima justru membuatnya terpukul.
“Dia jawab, ‘Aku di sini tiga hari juga belum makan,” kata Helwa Bachmid.
Kemudian, karena terus kesulitan ekonomi, Helwa dan sang ibu terpaksa menjual barang-barang pribadi, termasuk cincin dan ponsel, demi biaya pemeriksaan kandungan dan kebutuhan kesehatan lainnya.
Selanjutnya, ada sebuah video yang di posting oleh akun Instgram @jshow.id, Habib Bahar menegaskan bahwa cintanya hanya untuk Fadlun, istri pertamanya.
“Telah ku haramkan. Ana punya hati sudah ana haramkan buat perempuan lain, selain Fadlun,” tegas Habib Bahar dalam video tersebut.
Ceramah Habib Alwi Assegaf diprotes, inilah sindiran Sekjen MUI Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah…
700 BUMN Merugi di era Prabowo, Penutupan ditargetkan 2026 Presiden Prabowo Subianto berencana penutupan jumlah…
Andre Taulany dan Amanda Rigby romantis saat Liburan di Italia Andre Taulany kembali ramai setelah…
Dedi Mulyadi srukan Resolusi Jihad anggaran di Hari Santri 2026 Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi…
Puan minta balita jadi prioritas penanganan bencana Karhutla Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah…
Yusril sebut, korupsi bikin pejabat BUMN takut ambil risiko Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi…
This website uses cookies.