Jakarta kena abu vulkanik anak Krakatau, Gubernur ingatkan 5M
Abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terdeteksi di sejumlah kawasan Jakarta.
Situasi ini mendorong Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan warga agar tetap tenang sekaligus memperhatikan langkah pencegahan.
Pemprov DKI Jakarta terus memantau perkembangan kondisi tersebut melalui koordinasi bersama pemerintah pusat, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, BPBD, serta lembaga terkait lainnya. Gunung Anak Krakatau sendiri diketahui berada pada Level III atau Siaga.
Pergerakan abu vulkanik dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin.
Karena itu, kondisi di lapangan terus dipantau untuk mengetahui wilayah yang berpotensi terdampak.
Ini 5M yang Perlu Dilakukan Warga
Pramono meminta masyarakat tidak panik menghadapi kemungkinan paparan abu.
Namun, kewaspadaan tetap penting, terutama bagi warga yang berada di kawasan dengan sebaran abu.
1. Memakai masker
Masker atau perlindungan diri dianjurkan ketika berada di luar rumah. Langkah ini membantu mengurangi masuknya partikel abu ke saluran pernapasan.
2. Menutup rumah dan sumber air
Pintu dan jendela sebaiknya ditutup selama abu masih berpotensi masuk ke permukiman. Sumber air juga perlu diberi perlindungan agar tidak tercemar partikel vulkanik.
3. Mengurangi kegiatan di luar
Aktivitas luar ruangan sebaiknya dibatasi, terlebih ketika abu terlihat cukup pekat. Berada di dalam ruangan dapat membantu mengurangi paparan secara langsung.
4. Membasahi abu sebelum dibersihkan
Abu yang menempel di lingkungan sekitar jangan langsung disapu dalam keadaan kering. Membasahinya terlebih dahulu dapat mencegah partikel kembali beterbangan.
5. Mengikuti informasi resmi
Perkembangan terbaru sebaiknya diperoleh dari BMKG, Badan Geologi, BPBD, dan kanal pemerintah. Warga juga diminta tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

