Jokowi dusta, pesan 1.000 yang diambil cuman 81 Alsintan
Rugi besar yang lagi dialami Agus Zamroni, Direktur PT Mitra Maharta, sebuah perusahaan produsen alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Alat dan mesin pertanian miliknya disita oleh petugas pajak setelah perusahaannya mengalami kerugian besar.
Masalah ini berawal dari janji mantan Presiden yang ke-7 Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2015.
Waktu itu, Jokowi berkunjung ke pabriknya dan memesan 1.000 unit mesin pemanen padi.
Namun, setelah mesin tersebut dikerjakan, Jokowi hanya membeli 81 unit saja.
“Pesan 1.000 unit, tapi yang diambil hanya 81 unik saja. Saat ini, masih ada ratusan unit yang tersimpan di gudang,” ucap Agus Zamroni.
Selanjutnya, Agus Zamroni mengaku, model untuk produksi diambil dari pinjaman bank, sehingga perusahaannya mengalami kesulitan keuangan.
Situasi semakin buruk ketika sekarang ia harus berurusan dengan masalah pajak.
Berikutnya, karena tidak memiliki uang untuk membayar Agus Zamroni terlilit hutang pajak sebesar Rp 490 juta.
Sebagai gantinya, empat unit mesin pemanen padinya disita oleh petugas pajak pada 16 September 2025.
Dan setiap unit mesin tersebut dinilai seharga Rp 122 juta.
Agus juga berharap Presiden RI Prabowo Subianto dapat membantu membeli alsintan buatannya.
Ia menekankan bahwa alat tersebut merupakan hasil karyanya sendiri, yang biasa penelitian dan produksinya ditanggung sendiri, tanpa dibiayai oleh negara.
Anggaran program MBG sentuh US$4,24 miliar per April 2026 Nilai yang sangat pantastis itu langsung…
Tas branded Sandra Dewi hasil sitaan korupsi terjual cepat Tas yang dilelang berasal dari brand…
Jurnalis Indo bakal dapat perlindungan dari Kementerian HAM Langkah ini menjadi perhatian karena termasuk keamanan…
Review film "Keluarga suami adalah hama" yang bikin emosi Film “Keluarga Suami Adalah Hama” resmi…
Rifky Alhabsyi akhirnya punya anak setelah 9 tahun menunggu Istri dari artis Rifky Alhabsyi, Yulia…
Kabar mengejutkan Bunda Corla dipecat dari kerjanya di Jerman Kabar ini mulai ramai setelah sejumlah…
This website uses cookies.