Viral pimpinan pesantren di Palopo nampar seorang santri.
Telah viral di media sosial pemimpin pondok pesantren (ponpes) di Paolop, Sulawesi Selatan (Sulsel). Berinisial MK 14 tahun karena tak disalimi kedua korban. Atas kejadian itu, Prof S dilaporkan ke polisi.
Penganiayaan Prof S terhadap kedua korban itu terjadi di dalam masjid di Pesantren Putra Datok Sulaiman pada Sabtu 13 September 2025.
“Setelah selesai pengajian Subuh itu, para santri seperti biasa, setelah pengajian, mengadakan salim kepada direktur pondok pesantren inisial S, salim, cium tangan,” ungkap Polres Palopo, Senin 15 September 2025.
Namun korban D, yang diduga lupa menyalimi Prof S, malah lebih dulu keluar dari masjid.
Terlapor kemudian menegur dan memanggil santrinya itu untuk kembali ke dalam masjid.
Kemudian Prof S diduga menampar santrinya inisial D berulang kali.
“Korban ini kemungkinan lupa, dia langsung mau keluar dan ditegur oleh Terlapor, dan dipanggil kembali.” katanya.
“Saat korban mau melaksanakan salim, dilakukanlah kekerasan itu, ditampar oleh Terlapor pada bagian wajahnya,” tambahnya.
Polres juga menambahkan, ia menerima dua laporan dalam kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Prof S.
Selain korban S, terlapor ternyata lebih dulu diduga menampar remaja MK di Pesantren Putra Datok Sulaiman pada Jumat 12 September 2025.
Lanjut, hingga saat ini Polres Palopo masih mendalami laporan tersebut.
Netizen pun menanti langkah tegas aparat penegak hukum, sekaligus mendorong evaluasi serius terhadap pola pembinaan di pesantren. Agar tidak lagi menjadi contoh untuk kekerasan.
Baca juga: Gempar Seorang Prajurit TNI Pukul Ojek Online di Pontianak

