Judika dan Fadly Padi nyanyi di Gedung DOR untuk mencairkan suasana
Judika Nalom Abadi Sihotang dan Andi Fadly Arifudin bersama perwakilan dari Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (Visi).
Dan Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI), membawa semangat serta nilai tambah yang besar bagi acara tersebut.
Di tengah perdebatan yang kuat soal sistem lisensi dan kekosongan hukum yang sering menimbulkan sengketa, momen spontan para musisi menyanyi berhasil mencairkan suasana.
Fadly Padi, yang hadir mewakili pelaku pertunjukan, menekankan bahwa meskipun terjadi perbedaan pendapat dalam forum tersebut.
Hubungan persahabatannya dengan Ketua Umum AKSI, Satriyo Yudi Wahono alias Piyu, sudah terjalin lebih dari 28 tahun.
Fadly berperan agar persahabatan tersebut tidak terganggu hanya karena tidak adanya kepastian hukum dan transparansi.
Sebagai penutup pandangannya, Fadly melanturkan sepotong lagu dari Padi, “Begitu Indah,”.
Baca juga: Rocky Gerung sebut Soeharto pantas sebagai Bapak Infrastruktur
Sebelumnya, penyanyi dan pencipta lagu Judika juga menyampaikan pandangannya yang kritis namun konstruktif.
Ia menyatakan apresiasinya terhadap perjuangan para pencipta, namun menyoroti gap yang terjadi ketika para penyanyi dituduh bersalah dalam masalah pengelolaan hak cipta yang belum maksimal.
Judika menceritakan, jika izin penggunaan lagu terlalu sulit atau ketat, misalnya harus diselesaikan sebelum pertunjukan, seperti yang diucapkan AKSI, maka lagu itu akan sulit dikenal dan dibesarkan.
Ia berpendapat bahwa penyanyi yang membawakan lagu sejatinya sedang “berdagang lagu,” dan penyelenggaralah yang seharusnya membayar hak ekonomi tersebut.
Untuk merelaksasi dirinya dan Forum, Judika pun diminta untuk menyanyi.
Ia memilih lagu balada yang ia ciptakan, yang identik dengan tema galau.
Tak pernahkah kau sadari? Akulah yang kau sakiti. Engkau pergi dengan janjimu yang telah Kau ingkari. Oh Tuhan, tolonglah aku. Hapuskan rasa cintaku. Aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia.
Judika berharap, dengan sistem yang baik, semua pihak bisa bahagia, terutama jika hak ekonominya didapatkan secara layak.

