Kasus kematian Dr Magang Kalibata, Menkes Budi buka suara
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kematian dokter magang yang berinisial SZM di Kalibata, Jakarta Selatan, bukan disebabkan oleh jam kerja yang berlebihan, melainkan terkait masalah kesehatan jiwa.
“Itu bukan masalah jam kerja. Masalahnya karena ada masalah kejiwaan. Ada masalah kejiwaan,” kata Budi di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis.
Kemenkes juga telah menurunkan tim investigasi ke RS Sentra Medika Cisalak untuk mengecek adanya potensi ekspoitasi jam kerja maupun penyimpangan ingkungan kerja.
Hasilnya, tidak ditemukan adanya anomali atau pelanggaran aturan batas jam kerja 40 jam per minggu.
Inspektur Investigasi Kemenkes Hendra Teja menyampaikan, “Jadi intinya disini dari segi jam kerja, beban kerja, izin sakit, cuti, dan lingkungan kerja, kita tidak melihat adanya penyimpangan atau anomali sampai saat ini. Tapi kita lihat yang kelima ada kondisi kesehatan yang memang perlu menjadi perhatian kita semua.”
Selanjutnya, Tim investigasi menemukan bahwa SZM memiliki riwayat masalah kesehatan jiwa dan sedang menjalani terapi obat secara teratur.
Atas kejadian tersebut, Menkes Budi meminta agar prosedur skrining kesehatan jiwa bagi seluruh peserta program internship dan nakes diperketat untuk mendeteksi risiko sejak dini.

