Nasional

KDM Menerapkan Efisiensi Anggaran Daerah Dengan Berkaca dari Iran

KDM menerapkan efisiensi anggaran daerah dengan berkaca dari Iran

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan pemerintahnya berupa menerapkan efisiensi anggaran daerah dengan mengambil pelajaran dari cara Iran mengelola keuangan negara di tengah tekanan ekonomi.

Dedi Mulyadi menyatakan, meskipun pemerintah pusat menerapkan kebijakan fiskal yang ketat kepada daerah termasuk penundaan penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) pemerintah provinsi tetap memprioritaskan anggaran untuk kebutuhan masyarakat seperti pembangunan jalan, jaminan sosial, juga pendidikan.

“Mungkin para bupati atau gubernur akan pusing. Saya tidak,” kata Dedi Mulyadi, Senin 9 Maret 2026.

Ia juga menjelaskan bahwa efisiensi dilakukan melalui pengelolaan keuangan yang lebih ketat, termasuk pengaturan pola kerja aparatur sipil negara melalui kebijakan work from home (WFH) serta pengurangan belanja rutin di sejumlah dinas.

Menurutnya, kebijakan tersebut justru mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan pengeluaran operasional pemerintah daerah.

KDM menilai kondisi keuangan saat ini menuntut para pemimpin daerah untuk mencari solusi agar pelayanan publik dan pembangunan tetap berjalan.

Ia menekankan bahwa pemimpin harus menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

Dalam penjelasannya, ia mencontohkan Iran yang mampu bertahan meski dihadapi embargo ekonomi selama bertahun-tahun.

Menurutnya, negara tersebut dapat mengelola anggaran sekitar Rp1.000 triliun untuk melayani sekitar 92 juta penduduk.

Ia juga menilai pengelolaan anggaran yang efisien membuat pemerintah Iran mampu memberikan layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur secara luas.

Baca juga: Menteri Keuangan sebut uang negara masih aman, harga BBM pun tak akan naik
Penguin

Recent Posts

Rebecca Effort ke Belgia Demi Beri Kejutan Spesial Ultah Jennifer

Rebecca effort ke Belgia demi beri kejutan spesial ultah Jennifer Di tengah momen perayaan di…

14 jam ago

Eks Dirut KBS Resmi jadi Tersangka Kasus Korupsi Pakan Fiktif

Eks Dirut KBS resmi jadi tersangka kasus korupsi pakan fiktif Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur…

16 jam ago

Puan Ketuk Palu, RUU Surga Investasi PFII Resmi Sebagai UU

Puan ketuk palu, RUU Surga Investasi PFII resmi sebagai UU DPR RI telah resmi menyepakati…

18 jam ago

Gerindra Nilai Hotman Tak Etis Seret Prabowo ke Ranah Hukum

Gerindra nilai Hotman tak etis seret Prabowo ke ranah hukum Partai Gerindra menegaskan Presiden RI…

19 jam ago

Nanik S Mundur dari Kepala BGN, demi Pemulihan Kesehatannya

Nanik S mundur dari kepala BGN, demi pemulihan kesehatannya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik…

2 hari ago

Yudi Purnomo Bongkar Kecurigaan soal Fasilitas Khusus Hotman

Yudi Purnomo bongkar kecurigaan soal fasilitas khusus Hotman Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, meminta…

2 hari ago

This website uses cookies.