Kembali riwayat pendidikan Wapres Gibran menjadi perbincangan, khususnya soal data yang tercantum di dalam Sistem Informasi Pencalonan (Silon) Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Data Sistem Informasi Pencalonan (Silon) menyebutkan Gibran Rakabuming Raka sempat menjalani dua kali pendidikan setara SMA di Singapura dan Australia.
Namun, klaim mengenai pendidikan setara SMA di Australi tersebut dipertanyakan oleh seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap do Australi selama 37 tahun, Ikhsan Katonde.
Ikhsan Katonde menyebutkan, Gibran Rakabuming Raka hanya menjalani kursus bahasa Inggris, bukan pendidikan setara SMA.
Keterangan Ikhsan ini didapatkan saat ia mendampingi Gibran di Sydey, Autsrali.
“Gibran bilang sama saya waktu itu, dia sebentar, enggak cukup, enggak selesai karena dia sudah pulang duluan ke Indonesia,” kata Ihksan Katonde, Minggu 28 September 2025.
Selanjutnya, Ikhsan juga meluruskan nama institusi yang sempat dikunjungi Gibran, yang sering disebut di Indonesia sebagai UTS Insearch.
Menurutnya, nama resminya adalah Insearch Centre.
“Dia sempat juga bilang sama saya dia mau lihat dia sekolahnya yang dulu, itu di Insearch. Itu namanya bukan UTS Insearch, Pak. Namanya Insearch Language Centre,” jelas Ikhsan.
Ikhsan juga menekankan bahwa Insearch Language Centre adalah tempat yang fokus pada pelatihan bahasa Inggris.
Dan juga menawarkan program patway (jalur persiapan) atau kursus matrikulasi.
Program bahasa Inggris untuk melanjutkan ke universitas di Insearch sendiri seharusnya berlangsung sekitar delapan hingga sembilan bulan.
Kesaksian Ikhsan ini secara langsung mempertanyakan anggapan publik bahwa Gibran menempuh pendidikan setara SMA atau matrikulasi mata pelajaran di Australia.
Baca juga: Muhamad Mardiono Terpilih Sebagai Ketum PPP 2025-2030

