Kenapa SJH Tak Boleh Dipakai Persib Jelang FIFA Piala ASEAN?

Kenapa SJH Tak Boleh Dipakai Persib Jelang FIFA Piala ASEAN?

Kenapa SJH tak boleh dipakai Persib jelang FIFA Piala ASEAN?

Perbedaan kondisi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Stadion Si Jalak Harupat (SJH) menjadi alasan Persib Bandung harus memindahkan laga kandang kontra PSM Makassar.

Sekjen PSSI Yunus Nusi menjelaskan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan jadwal serta metode pemeliharaan rumput di masing-masing stadion.

Pada pertandingan pembuka Super League 2026-2027, Persib tidak dapat memakai SJH.

Tim asal Bandung itu akhirnya menjadikan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai lokasi pertandingan.

Situasi tersebut kemudian dibandingkan dengan Persija Jakarta. Macan Kemayoran tetap bisa menggunakan SUGBK saat bertemu Persib pada pekan kedua kompetisi yang sama.

Yunus mengatakan kondisi kedua venue tersebut memang berbeda. Menurutnya, SUGBK mempunyai sistem perawatan rumput yang memungkinkan lapangan kembali dipakai setelah jeda beberapa hari.

“Kalau lapangan dan rumput GBK setiap per 3 hari atau per 5 hari bisa digunakan karena rumputnya sudah standby untuk setiap pertandingan,” kata Yunus di Jakarta, Kamis, 10 September 2026.

SJH membutuhkan proses perawatan yang berbeda, menjelang pertandingan Persib melawan PSM pada 6 September, pekerjaan di lapangan sudah dilakukan sehingga rumput dan bagian tanahnya telah dibongkar.

Pengerjaan tersebut merupakan bagian dari persiapan untuk agenda berikutnya.

Jadwal yang dibuat vendor juga sudah ditetapkan sehingga tidak dapat dipindahkan begitu saja demi pertandingan Persib.

Yunus menyebut kondisi itulah yang membuat SJH tidak bisa digunakan pada tanggal tersebut.

PSSI pun menyayangkan keadaan tersebut, tetapi perubahan jadwal pemeliharaan bukan keputusan yang mudah dilakukan.

Perbedaan fasilitas ini juga berkaitan dengan persiapan FIFA ASEAN Cup 2026.

SUGBK dan SJH dijadwalkan menjadi venue turnamen yang berlangsung pada 24 September sampai 5 Oktober 2026.

Baca juga: 8 ASN selamat dari tembakan KKB Jayawijaya, ini cerita korban