Kisah Rosita yang berkarier militer Amerika Serikat sekarang punya pangkat Letkol
Rosita mengaku bahwa dirinya merupakan lulusan perdagangan internasional Fakultas Hukum USU.
Sebelum terjun ke dunia militer, Rosita sempat berkarier sebagai jurnalis ekonomi dan bisnis di negara Indonesia.
Pada tahun 1997, Rosita bergabung dengan media Warta Ekonomi. Namun, kehidupannya berubah ketika pada tahun 2000.
Ia memutuskan untuk pindah ke AS mengikuti sang suami tercintanya yang merupakan warga negara Amerika Serikat.
Awal kehidupan di Amerika Serikat Penuh Tantangan.
Setibanya di negara Amerika Serikat, ia menghadapi realitas pahit. Upayanya melanjutkan karier sebagai wartawan tidak berjalan mulus karena keterbatasan pengalaman kerja di Amerika Serikat.
Ia bahkan harus bekerja sebagai kasir di restoran cepat saji Burger King dengan upah sekitar 6,25 dolar Amerika Serikat per jam.
Rosita tak menutupi beratnya perjuangan tersebut. Ia pernah mengaku pernah menangis dan menelepon orang tuanya saat pertama kali harus membersihkan toilet restoran.
Namun pengalaman itu justru menjadi titik balik yang menempa mental dan keteguhannya.
Gagal jadi Polwan, Bangkit Lewat Jalur Militer Amerika Serikat Sebelum sukses di Amerika Serikat, Rosita terjadi pernah mengalami kegagalan dalam seleksi Polwan di negara Indonesia.
Kegagalan tersebut tidak mematahkan semangatnya. Di negara orang, ia justru menemukan jalan baru dengan mengikuti seleksi militer Amerika Serikat.
Dan melalui proses panjangnya, disiplin ketat, dan pendidikan militer berlapis, Rosita akhirnya diterima dan meniti karier hingga meraih pangkat Letnan Kolonel, sebuah pencapaian yang tidak mudah, terlebih bagi seorang imigran.

